Bupati Taput Nikson Nababan. PALAPAPOS/Alpon Situmorang

TAPANULI UTARA - Polemik yang belakangan ini bermunculan baik di berbagai media cetak, online maupun media sosial seperti Facebook ataupun Instagram terkait adanya pernyataan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengembangkan wisata halal di kawasan Danau Toba.

Bupati Tapanuli Utara Nikson menegaskan, tidak perlu aturan pengembangan wisata halal dan tidak halal. "Pulau Bali menjadi wisata kelas dunia, tidak ada disana wisata halal maupun tidak halal. Adat istiadat setempat berjalan semestinya bahkan itulah yang dijual ke Wisman," ujar Nikson kepada palapapos.co.id, Sabtu (31/8/2019).

Tidak hanya itu, Gubsu juga berkeinginan membentuk tim percepatan kesuksesan pariwisata kawasan Danau Toba seperti penanganan limbah industri dan limbah rumah tangga hingga penataan keramba jaring apung.

Bupati Nikson sangat mengapresiasi demi keindahan dan kebersihan Danau Toba sangat diperlukan. "Ada saatnya nanti kita kepala daerah sekawasan Danau Toba duduk bicara bagaimana menanganinya, apakah itu bisa berbentuk Perda agar warga tidak membuang limbahnya ke Danau Toba," tambahnya.

Terkait penataan hewan berkaki empat agar tidak sembarangan dipotong ditempat umum, Bupati Nikson juga sepakat agar tidak mengganggu lingkungan wisata Danau Toba.

"Namun kita juga harus menghargai kearifan maupun adat istiadat setempat. Ini butuh pendekatan dan memang memotong hewan tidak pernah dilakukan di daerah kawasan Wisata Danau Toba," tambahnya.

Nikson memandang wisata halal tidak perlu diterapkan di Danau Toba mengingat Sumut yang heterogen dan Kawasan wisata Danau Toba sangat homogen yang terikat dalam kekristenan maupun kentalnya adat istiadat yang sampai saat ini masih berjalan.

"Saya yakin Mendagri tidak akan langsung menyetujui Perda Gubsu dan kami juga selaku Kepala Daerah se-kawasan Danau Toba juga punya hak untuk dilibatkan dalam pembuatannya sehingga tetap menjaga kearifan lokal," ujarnya.

Nikson berharap Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bisa mendengar aspirasi masyarakat se-kawasan Danau Toba yang tidak ingin ada penerapan wisata halal ataupun tidak halal.

"Kita yakin Pak Gubsu sangat arif menyikapinya dan juga Saya berharap warga se-kawasan Danau Toba tidak perlu kasar dalam menyampaikan pesannya ataupun komentarnya. Mari kita jaga falsafah Dalihan Natolu dengan menunjukkan Suku Batak masyarakat yang beradab (Anak Ni Raja Boru Ni Raja) dan penuh kasih dalam menyampaikan aspirasi," pintanya. (als)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Rombongan Satika - Sarlandi Diumpat Dengan Kata Kotor dan Diduga Akan Diserang, Bentrok Pun Terjadi

TARUTUNG - Polres Tapanuli Utara (Taput) diminta mengusut tuntas dalang atau aktor intelektual dibalik kerusuhan di Kecamatan Simangumban dan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Uta

Satika Desak Polres Taput Tangkap Pelaku Penyebaran Selebaran Pornografi Untuk Memfitnahnya

TAPANULI UTARA -  Calon Bupati Tapanuli Utara (Taput), Satika Simamora, mendesak Polres Taput segera menangkap terduga pelaku penyebaran selebaran fornografi hoaks yang d

Masyarakat Purbatua Kepemimpinan Nikson Nababan Perlu Dilanjutkan Satika- Sarlandy

TAPANULI UTARA — Kepemimpinan Nikson Nababan sebagai Bupati Tapanuli Utara (Taput) dianggap perlu dilanjutkan oleh sosok bersih, jujur, dan peduli terhadap masyarakatnya

Tokoh Agama Serukan Agar Masyarakat Menjaga Pilkada Tapanuli Utara Berjalan Dama

TAPANULI UTARA - Menjelang Pilkada  tahun 2024 di Tapanuli Utara yang ikuti 2 (dua) pasangan calon, yaitu Satika-Simamora - Sarlandy Hutabarat dengan nomor urut 1 (satu)

Sukur Nababan: Kabupaten Taput Harus Dipimpin Sosok Bersih dan Jujur

TAPANULI UTARA— Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sukur H Nababan, memimpin langsung pemenangan pasangan Calon Bupati dan Wa

Kapolri Harus Turun Tangan, Peredaran Narkoba di Taput Semakin Resahkan Masyarakat

TARUTUNG — Peredaran narkotika beberapa tahun belakangan ini semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Warga menyebut, salah satu bandar narkoba terbe