Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman (tengah). PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman menyebutkan bahwa hasil dari penerbitan tujuh Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang dilakukan hingga Agustus mencapai Rp38,3 triliun atau 36 persen dari target yang ditentukan oleh pemerintah yaitu Rp60 triliun sampai Rp80 triliun pada akhir 2019.

“Kita masih berjalan sesuai rencana, targetnya Rp60 triliun sampai Rp80 triliun,” katanya saat ditemui di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Ia menuturkan pihaknya tetap optimistis akan mencapai target hingga akhir tahun dengan menjadikan instrumen Obligasi Ritel Indonesia (ORI) yang akan diterbitkan pada Oktober mendatang sebagai acuan karena menurutnya ORI yang bersifat dapat diperdagangkan ini menjadi daya tarik tersendiri. Terbukti dengan penjualan seri ORI015 pada 2018 yang mencapai Rp23 triliun.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa penerbitan SBN ritel merupakan program lanjutan dari pemerintah untuk pembiayaan APBN sekaligus bertujuan agar basis investor dalam negeri bisa meningkat dan memberikan alternatif produk investasi bagi masyarakat.

“Ini merupakan kelanjutan dari program pemerintah untuk pembiayaan APBN tapi kita juga punya tujuan lain yaitu pendalaman pasar keuangan untuk memperluas basis investor domestik kita terutama investor ritel,” katanya.

Luky menjelaskan pada 2019 pemerintah berencana meluncurkan 10 kali SBN ritel seperti ORI016 pada Oktober, ST006 pada November, dan termasuk SBR008 yang baru ditawarkan pada Kamis (5/9/2019) dengan target indikatif Rp2 triliun.

Ia memperkirakan pada 2020 pemerintah juga akan kembali menawarkan SBN ritel kepada masyarakat yang tingkat intensitasnya hampir sama dengan tahun ini yaitu sekitar 10 kali. Namun, Luky masih belum bisa menyebutkan target nominal untuk penjualan SBN ritel pada tahun tersebut.

“Kan rancangan APBN 2020 yang jadi landasan untuk penawaran SBN ritel masih dalam pembahasan sama DPR,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah secara resmi menawarkan instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel yaitu obligasi tabungan ritel (Savings Bond Ritel/SBR) seri SBR008 yang ditujukan khusus kepada investor ritel domestik melalui online atau e-SBN sebagai upaya memperluas basis investor dalam negeri.

Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting mengatakan bahwa tingkat kupon SBR008 sebesar 7,2 persen dan bersifat mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor) sehingga akan bergantung pada suku bunga acuan Bank Indonesia.

SBR008 memiliki tenor dua tahun dan bisa dibeli dengan minimum pemesanan sebesar Rp1 juta hingga maksimal Rp3 miliar mulai Kamis (5/9) pukul 09.00 WIB sampai 19 September 2019 pukul 10.00 WIB.

Proses pembelian tersebut dapat dilakukan secara online di aplikasi yang disediakan oleh pemerintah yaitu 22 mitra distribusi yang terdiri dari 13 bank umum, empat perusahaan sekuritas, tiga perusahaan efek khusus berbasis teknologi, dan dua perusahaan fintech peer to peer lending. “Ada empat tahap ya, registrasi, pemesanan, pembayaran dan konfirmasi,” kata Loto.

Loto menambahkan bahkan ada tambahan sebanyak tiga kanal pembayaran baru yaitu Bukalapak, Tokopedia, dan Finnet sehingga diharapkan masyarakat sudah semakin mudah dalam melakukan pembayaran SBR008. “Baik itu berupa virtual account (VA) maupun kartu kredit yang difasilitasi ketiganya,” ujarnya. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Perseroda Akui Setor Deviden Tahun 2022 Sebesar 300 Juta

KOTA BEKASI - PT. Minyak dan Gas Bumi (Perseroda) hari ini, Kamis (6/4/2023) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atas kinerja Tahun Anggaran 2022 dihadiri oleh Plt. Wa

Era Transaksi Digital, Satika Minta Pelaku UMKM Taput Jaga Branding

TAPANULI UTARA - PT Bank Sumut Cabang Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menggelar sosialisasi produk perbankan dan sekaligus menyerahan Quick Response Code Indonesia

Electrolux Showroom dan Service Center Hadir di Kota Bekasi

BEKASI - Memberikan kenyamanan kepada konsumen, Electrolux Showroom dan Service Center hadir di Kota Bekasi.  Dipastika kehadirannya untuk konsumen setelah diresmikan kan

Harga Minyak Goreng Belum Stabil, Wakil Gubernur Jawa Barat Sidak Di Kota Bekasi

BEKASI - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), UU Ruzhanul Ulum lakukan Inspeksi mendadak (Sidak) pasar di Kota Bekasi memantau harga minyak goreng yang belum lama mencapai Rp 20

Mampu Pulihkan Ekonomi, Bupati Taput Dapat Penghargaan dari BI

TAPANULI UTARA - Dinilai mampu mengatasi keterpurukan dan mampu memulihkan ekonomi ditengah Pandemi Covid-19, Bupati Taput Nikson Nababan mendapat penghargaan program Klaster K

Bank Dunia Suntik Indonesia Rp5,6 Triliun

JAKARTA - Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan sebesar 400 juta dolar AS atau sekitar Rp5,6 triliun untuk mengatasi kerentanan keuangan akibat dampak pandemi Covid-19.