Para pedagang di pasar rakyat Dolok Sanggul mendatangi Dinas Kopedagin Humbahas. PALAPAPOS/Andi Siregar

DOLOK SANGGUL - Puluhan pedagang yang buka lapak di pasar rakyat Dolok Sanggul, mendatangi kantor Dinas Koperasi, Perdagangan dan Industri (Kopedagin) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Selasa (10/9/2019). Kedatangan mereka tersebut meminta penertiban pedagang liar yang berada di kaki lima diluar pasar tersebut. 

Salah satu pedagang, L boru Sihotang mengatakan, kedatangan mereka tersebut menyampaikan kejelasan nasib mereka sebagai pengontrak kios di pasar rakyat Dolok Sanggul. Sebab, mereka yang selama ini mengontrak kios di pasar tersebut terusik dengan pedagang liar yang berada di kaki lima diluar pasar. 

“Kami ingin pedagang kaki lima (PKL) di bahu jalan pintu masuk pasar rakyat Dolok Sanggul agar ditertibkan dan digeser masuk ke kios yang telah ditetapkan pemerintah. Sebab kalau dibiarkan, menjadi diskriminasi bagi kami dan kami sebagai penghuni kios tidak ada pembeli,” keluh ibu dari lima anak ini.

Dikatakannya, sebelumnya pihak Kopedagin tegas dalam menertibkan pedagang di pasar tersebut. Sehingga, mereka yang selama ini mengontrak kios di pasar tersebut, dapat berjualan dengan aman. 

“Namun saat ini berbeda, PKL di bahu jalan pintu masuk pasar justru menjamur, sehingga pedagang yang membuka lapak di dalam pasar rakyat menjadi lengang dan tidak ada pembeli,” terangnya.

Senada juga diungkapkan pedagang sayur mayur E boru Purba. Ia meminta kepada pemerintah agar nasib mereka dapat diselesaikan dengan meminta menertibkan PKL yang liar.

“Kita berharap dilakukan penertiban, biar kami bisa makan. Bayangkan Bu, dari pagi kami buka belum ada rezeki atau barang kami laku,” tambah boru Simamora pedagang ikan.

Dihadapan pedagang, Kepala Dinas Kopedagin, Radna Marbun didampingi dua orang stafnya menuturkan akan segera melakukan penertiban, jika sudah meresahkan pedagang sebagai pengontrak. “Terimakasih atas aspirasinya, kita akan segera sosialisasikan ini dan akan menyurati dengan kerjasama pihak Satpol PP,” tuturnya.

Selain penertiban, Radna mengungkapkan, bahwa sejauh ini pihaknya kerap memberikan sosialisasi kepada para pedagang diluar kios pasar. Agar berdagang ditempat yang sudah difasilitasi pemerintahnya.

Namun, menurut dia, kesadaran pedagang belum bisa menerima sosialisasi mereka selama ini. “Jadi kitapun berharap, agar pedagang-pedagang yang didalam pasar juga mau membantu untuk mensosialisasikannya,” pinta Radna.

“Kita akan membuat surat peringatan jika memang sosialisasi kita ini tidak dihargai, peringatan pertama, kedua hingga ketiga. Jika tidak diindahkan, kita bersama Satpol PP akan bawa dagangannya ke kios yang telah difasiliotasi pemerintah,” tegasnya. (and)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Rombongan Satika - Sarlandi Diumpat Dengan Kata Kotor dan Diduga Akan Diserang, Bentrok Pun Terjadi

TARUTUNG - Polres Tapanuli Utara (Taput) diminta mengusut tuntas dalang atau aktor intelektual dibalik kerusuhan di Kecamatan Simangumban dan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Uta

Satika Desak Polres Taput Tangkap Pelaku Penyebaran Selebaran Pornografi Untuk Memfitnahnya

TAPANULI UTARA -  Calon Bupati Tapanuli Utara (Taput), Satika Simamora, mendesak Polres Taput segera menangkap terduga pelaku penyebaran selebaran fornografi hoaks yang d

Masyarakat Purbatua Kepemimpinan Nikson Nababan Perlu Dilanjutkan Satika- Sarlandy

TAPANULI UTARA — Kepemimpinan Nikson Nababan sebagai Bupati Tapanuli Utara (Taput) dianggap perlu dilanjutkan oleh sosok bersih, jujur, dan peduli terhadap masyarakatnya

Tokoh Agama Serukan Agar Masyarakat Menjaga Pilkada Tapanuli Utara Berjalan Dama

TAPANULI UTARA - Menjelang Pilkada  tahun 2024 di Tapanuli Utara yang ikuti 2 (dua) pasangan calon, yaitu Satika-Simamora - Sarlandy Hutabarat dengan nomor urut 1 (satu)

Sukur Nababan: Kabupaten Taput Harus Dipimpin Sosok Bersih dan Jujur

TAPANULI UTARA— Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sukur H Nababan, memimpin langsung pemenangan pasangan Calon Bupati dan Wa

Kapolri Harus Turun Tangan, Peredaran Narkoba di Taput Semakin Resahkan Masyarakat

TARUTUNG — Peredaran narkotika beberapa tahun belakangan ini semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Warga menyebut, salah satu bandar narkoba terbe