Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bekasi saat menggelar aksi menolak revisi UU KPK dan RKUHP di depan gedung DPRD, Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Kamis (26/9/2019) siang. Aksi diwarnai perusakan pintu gerbang hingga memblokade jalan.

BEKASI – Puluhan Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Kota Bekasi, menggelar aksi menolak revisi UU KPK dan RKUHP yang dianggap sebagai kemunduran Reformasi, di depan gedung DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Kamis (26/9/2019) siang.

Aksi yang dilakukan di depan pintu timur gedung DPRD, diwarnai aksi perusakan pintu gerbang hingga memblokade jalan Chairil Anwar menuju Bulak Kapal.

Aksi juga diwarnai dengan orasi yang mengecam tindakan represif aparat kepolisian di Gedung DPR RI pada tanggal 24 September lalu, terhadap para Mahasiswa Indonesia yang menyuarakan aspirasinya.

Mereka menganggap tindakan aparat sebagai bentuk perlawan terhadap mahasiswa yang sedang memperjuangkan hak masyarakat dari rencana pengesahan RKUHP.

Dalam orasi salah seorang mahasiswa, Bonsu Syahputra berujar, aksi yang dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap pemerintah yang tidak memperhatikan aspek-aspek hak asasi manusia dalam RKUHP yang diusulkan.

Mahasiswa memandang pemerintah telah kehilangan akal sehatnya, sampai urusan “ranjang” suami-istri yang terikat dalam perkawinan yang sah menjadi pasal yang perlu diperhatikan secara bersama.

“Ini sebuah ironi! 20 tahun sudah kita reformasi, tapi gaya-gaya kolonialisme digunakan untuk menjerat rakyat, membatasi rakyat dalam urusan pribadinya,” jelas Bonsu saat diwawancarau usai aksi.

Selain itu, Rusman, yang ikut bersama mahasiswa lainnya menyampaikan aspirasi di depan gedung DPRD Kota Bekasi, meminta seluruh anggota DPRD menyatakan sikap bersama dan melakukan MoU dengan Mahasiswa perihal penolakan RUU KPK dan RKUHP.

“Kalian bisa duduk sebagai anggota dewan hari ini adalah hasil sumbangsi kami rakyat. Kami pilih melalui demokrasi pemilihan legislatif, dan kami percayakan suara kami kepada kalian. Tapi apakah kalian hari ini berani memenuhi janji kalian kepada kami? Melakukan MoU dan menyampaikan hal ini dan membawanya ke pusat (DPR RI),” tegasnya.

Aksi Parlemen Mahasiswa yang berlangsung dua jam di depan gedung DPRD Kota Bekasi sempat didatangi enam anggota DPRD dan ditolak. Mahasiswa menolak karena mereka meminta agar 50 anggota DPRD datang menemui mereka. (lam)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

PT. Mahaka Visual Indonesia Siap-siap Dipanggil Disnaker

KABUPATEN BEKASI - Setelah sekian lama tidak ada kejelasan mengenai kasus dugaan pemutusan sepihak terhadap karyawan Go Wet Waterpark, Dinas

Ampun... Solihin Ditinggal Kader PPP Dukung Paslon Tri Adhianto- Harris

KOTA BEKASI – Kader dan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyampaikan selamat tinggal kepada Ketua DPC Solihin saat ini mencalonkan diri jadi wakil walikota n

Usai Deklarasi, Tri Adhianto Kunjungi Warga Terkena Banjir

KOTA BEKASI - Masyarakat Bekasi Jaya, Kota Bekasi, resmi menyatakan dukungan untuk pasangan calon Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi nomor 3, Tri Adhianto dan Abdul H

Calon Wali Kota Tri Adhianto Wakafkan Tanah untuk Gedung Aswaja Center

KOTA BEKASI - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan warga dan komunitas, calon Wali Kota Bekasi nomor urut 3 Tri Adhianto menghadiri pengajian Ahlussunnah wal Jama&#

Tri Adhianto Tegaskan Komitmen Birokrasi Bebas dari Korupsi dan Tepis Tudingan Tak Berdasar

KOTA BEKASI - Calon Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan tekadnya membangun Kota Bekasi yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.

<

KPU Kabupaten Bekasi Akan Gelar Debat Kandidat

KABUPATEN BEKASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi akan menggelar debat kandidat Calon Bupati pada Minggu (3/11/2024) mendatang.