Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Abdul Rozak. PALAPA POS/Nuralam

BEKASI – Komisi I DPRD Kota Bekasi akan memanggil Camat Jatiasih, Nesan Sujana terkait sebutan ‘Burung Tilil’ yang viral saat proses pembersihan sampah di wilayah Jatiasih.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Abdul Rozak menilai, Nesan Sujana sebagai kepala wilayah berkonotasi sebagai pejabat publik tidak pantas memviralkan sebuah video mengundang kontroversi dan kegaduhan.

"Camat itu kan pejabat publik, tidak pantas berbicara yang mengundang kegaduhan. Apalagi penyebutan Burung Tilil dalam proses pengangkutan sampah ini telah viral di media sosial. Seharusnya hal ini tidak dilakukan," kata Abdul Rozak, Jumat (15/11/2019).

Politisi Demokrat ini menyinggung 'Burung Tilil' dalam pernyataan Camat Jatiasih adalah pihak tertentu terkesan hanya mencari pencitraan pada saat Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi mengangkut sampah.

"Saya kira dalam proses pengangkutan sampah memang sudah menjadi tugasnya Dinas Lingkungan Hidup. Sementara mengenai adanya kelompok masyarakat atau pihak lain yang mengawasi, tidak juga harus ditanggapi dan kemudian Camat membuat pernyataan yang kontroversi," tegas Abdul Rozak.

Dia mengatakan, Kota Bekasi tengah dihadapi berbagai persoalan, diantaranya viral sebagai kota preman. Dengan munculnya pernyataan Camat Jatiasih, kata Rozak, bisa menimbulkan preseden negatif lainnya.

"Sebagai birokrat, Camat harus menjaga keharmonisan tanpa melontarkan kata-kata yang bisa membuat gaduh. Sudah cukup viral yang menyebut Kota Preman, jangan menambah kegaduhan dengan sebutan Burung Tilil," ulasnya.

Sebagai langkah lanjut, Komisi I DPRD Kota Bekasi akan memanggil Camat Jatiasih untuk menjelaskan persoalan Burung Tilil. "Minggu depan kita akan panggil Camat untuk menjelaskan masalah Burung Tilil," tegasnya.

Hal sama juga diungkapkan anggota DPRD Kota Bekasi dari Dapil Jatiasih, Aminah. Ia mengaku menyayangkan pernyataan Camat Jatiasih mengatakan tidak sepantasnya sebagai pejabat publik.

"Saya tidak tahu pernyataan Burung Tilil tersebut ditujukan buat dewan di dapil Jatiasih atau buat Ketua KNPI Jatiasih yang pertama mengkritik adanya tempat sampah liar di Jatiasih," kata politisi  PAN ini, Jumat (15/11/2019).

Aminah menyebut dirinya bertemu dengan Camat Jatiasih tapi tidak membicarakan soal sampah. Makanya, ia mengaku kaget saat menerima video tersebut.

"Kami di Komisi I akan memanggil Camat Jatiasih untuk meminta klarifikasi atas ucapannya yang tidak etis menyikapi kritikan masyarakat," tegasnya.

Sebagai informasi, adanya tempat sampah liar di Jatiasih disinggung pertama kali oleh Ketua KNPI Kecamatan Jatiasih, Ahmadi el Madonk di media sosial. Mengetahui hal itu jajaran Camat Jatiasih pun bergerak dengan jajaran Dinas LH mengangkut sampah tersebut. (lam)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

PT. Mahaka Visual Indonesia Siap-siap Dipanggil Disnaker

KABUPATEN BEKASI - Setelah sekian lama tidak ada kejelasan mengenai kasus dugaan pemutusan sepihak terhadap karyawan Go Wet Waterpark, Dinas

Ampun... Solihin Ditinggal Kader PPP Dukung Paslon Tri Adhianto- Harris

KOTA BEKASI – Kader dan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyampaikan selamat tinggal kepada Ketua DPC Solihin saat ini mencalonkan diri jadi wakil walikota n

Usai Deklarasi, Tri Adhianto Kunjungi Warga Terkena Banjir

KOTA BEKASI - Masyarakat Bekasi Jaya, Kota Bekasi, resmi menyatakan dukungan untuk pasangan calon Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi nomor 3, Tri Adhianto dan Abdul H

Calon Wali Kota Tri Adhianto Wakafkan Tanah untuk Gedung Aswaja Center

KOTA BEKASI - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan warga dan komunitas, calon Wali Kota Bekasi nomor urut 3 Tri Adhianto menghadiri pengajian Ahlussunnah wal Jama&#

Tri Adhianto Tegaskan Komitmen Birokrasi Bebas dari Korupsi dan Tepis Tudingan Tak Berdasar

KOTA BEKASI - Calon Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan tekadnya membangun Kota Bekasi yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.

<

KPU Kabupaten Bekasi Akan Gelar Debat Kandidat

KABUPATEN BEKASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi akan menggelar debat kandidat Calon Bupati pada Minggu (3/11/2024) mendatang.