Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam acara penutupan pendidikan Lemhanas RI selama dua bulan di Gedung Lemhanas RI, Jakarta, Rabu (20/11/2019). PALAPAPOS/Nuralam

BEKASI - Selama dua bulan penuh, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto akhirnya menyelesaikan pendidikan di Lemhanas RI dan mendapat predikat sangat memuaskan.

Dalam penutupan yang berlangsung di Gedung Lemhanas RI, Jakarta, Rabu (20/11/2019), Mas Tri-sapaan akrab Tri Adhianto didampingi istri Wiwiek Hargono, ia mengaku banyak mempelajari wawasan kebangsaan yang membuatnya semakin terasah, sehingga mampu mengambil keputusan dan kebijakan yang tepat untuk daerahnya.

“Banyak hal saya pelajari disini, khususnya terkait dengan konsensus dasar bangsa yang outputnya dapat membuat para kepala daerah lebih cepat dan tepat dalam mengambil keputusan dan kebijakan,” tuturnya.

Lebih lanjut Wakil Wali Kota yang juga sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, mengatakan, bahwa kebijakan yang akan diambil dalam waktu dekat penganggaran Kartu Sehat untuk tahun 2020, dimana menjadi peran pemerintah daerah dalam menjamin kesehatan bagi warganya.

“Kita sudah anggarkan untuk KS pada 2020. Selanjutnya, dengan terintegrasinya Kartu Sehat berbasis NIK maka semakin membuktikan bahwa pemerintah daerah hadir untuk masyarakat dalam hal pelayanan kesehatan. Belum lagi, BPJS akan mengalami kenaikan dalam pembayaran iuran diawal tahun,” tambahnya.

Diketahui, iuran BPJS Kesehatan naik 100 Persen mulai 1 Januari 2020 yang terangkum dalam Pasal 34 Perpres Nomor 75 Tahun 2019. Dengan berlanjutnya program KS, Tri menilai bahwa hal tersebut untuk mengantisipasi peserta BPJS yang kesulitan membayar iuran BPJS. “Jangan sampai ada warga yang tidak mampu bayar jadi terlantar. Untuk itu, KS jadi bagian dari solusi menunjang program pusat,” tandasnya. 

Sebagai informasi, Program Pemantapan Pemimpin Daerah (P3DA) yang digelar Lemhanas RI ini bertujuan untuk memantapkan pimpinan daerah yang berintegritas, berkarakter, berwawasan kebangsaan, berpikir strategis serta terampil dalam memecahkan masalah pembangunan nasional di tingkat daerah.

Kemudian tujuan lainnya adalah agar pimpinan daerah memahami empat konsensus dasar bangsa, memiliki cakrawala pandang wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, dan kewaspadaan nasional. 

Kegiatan ini berlangsung selama dua bulan, yaitu sejak 24 September 2019. Pada tahun ini, P3DA diikuti 41 orang yang terdiri dari 17 orang Bupati, 11 Wakil Bupati, 1 Wali kota, 3 wakil Wali kota, 6 ketua DPRD dan 1 ketua Seknas Adkasi. (lam)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

PT. Mahaka Visual Indonesia Siap-siap Dipanggil Disnaker

KABUPATEN BEKASI - Setelah sekian lama tidak ada kejelasan mengenai kasus dugaan pemutusan sepihak terhadap karyawan Go Wet Waterpark, Dinas

Ampun... Solihin Ditinggal Kader PPP Dukung Paslon Tri Adhianto- Harris

KOTA BEKASI – Kader dan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyampaikan selamat tinggal kepada Ketua DPC Solihin saat ini mencalonkan diri jadi wakil walikota n

Usai Deklarasi, Tri Adhianto Kunjungi Warga Terkena Banjir

KOTA BEKASI - Masyarakat Bekasi Jaya, Kota Bekasi, resmi menyatakan dukungan untuk pasangan calon Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi nomor 3, Tri Adhianto dan Abdul H

Calon Wali Kota Tri Adhianto Wakafkan Tanah untuk Gedung Aswaja Center

KOTA BEKASI - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan warga dan komunitas, calon Wali Kota Bekasi nomor urut 3 Tri Adhianto menghadiri pengajian Ahlussunnah wal Jama&#

Tri Adhianto Tegaskan Komitmen Birokrasi Bebas dari Korupsi dan Tepis Tudingan Tak Berdasar

KOTA BEKASI - Calon Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan tekadnya membangun Kota Bekasi yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.

<

KPU Kabupaten Bekasi Akan Gelar Debat Kandidat

KABUPATEN BEKASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi akan menggelar debat kandidat Calon Bupati pada Minggu (3/11/2024) mendatang.