Pelajar SD di Bekasi Timur melakukan Gerakan Sapulidi. PALAPA POS/Nuralam

BEKASI - Camat Bekasi Timur, Widytiawarman membeberkan sampah dihasilkan warganya perhari mencapai 180 ton. Ia mengklaim, dengan program gerakan Siswa Peduli Lingkungan di Kecamatan Bekasi Timur atau Sapulidi, 10 persen dari jumlah sampah bisa terurai setiap harinya.

"Jumlah penduduk di Bekasi Timur sebanyak 267 ribu orang. Jika satu orang menghasilkan sampah sebanyak 7 ons per hari, maka produksi sampah rumah tangga mencapai 180 ribu kilogram atau 180 ton perhari, 10 persennya adalah sampah plastik. Kita optimis dengan Gerakan Sapulidi masalah ini bisa teratasi," kata Widy kepada palapapos.co.id, Kamis (5/12/2019).

Dia menjelaskan, program yang mendapat penilaian terbaik kedua dalam Diklatpim pejabat esselon III oleh Kemendikbud tersebut, adalah gerakan moral untuk membentuk karakter siswa di sekolah agar menerapkan pola hidup sehat dan peduli lingkungan.

Dalam proses mengurai sampah, diakui Widy tidak bisa diselesaikan secara langsung. Apalagi kepadatan penduduk semakin meningkat, sehingga dibutuhkan kesadaran masyarakat peduli lingkungan sehat.

"Masalah sampah hulunya ada di rumah tangga. Kita mulai membentuk karakter yang peduli dan sadar terhadap kebersihan lingkungan dari anak-anak. Mereka diwajibkan di sekolahnya untuk mengumpulkan sampah di rumah, khususnya sampah plastik yang kemudian dibawa ke sekolah setiap hari Senin untuk disetor. Kita tanamkan sejak dini agar prilaku sehat sudah tertanam kepada anak-anak sekolah," kata Widy.

Selain itu, proyek perubahan Gerakan Sapulidi juga menitikberatkan kepada para kepala sekolah di semua tingkatan (SD hingga SLTA) agar bertanggung jawab dalam membentuk karakter siswanya. Kepala sekolah, menurutnya tidak hanya bertanggung jawab kepada siswa dalam ruang lingkup sekolah saja, tetapi juga di rumah masing-masing siswa.

"Kepsek bertanggung jawab tidak hanya di sekolah tetapi di rumah juga. Dengan begitu, Gerakan Sapulidi merupakan salah satu cara pembentukan karakter terhadap siswa," katanya.

Sementara, mengenai tercetusnya gagasan Gerakan Sapulidi di seluruh sekolah di wilayah Kecamatan Bekasi Timur, karena di tengah masyarakat belum ada ‘agent of change’, memulai gerakan cinta kebersihan dari rumah.

"Makanya melalui siswa dimulai. Caranya dengan merubah karakter anak sekolah yang sadar lingkungan," tegas dia. (lam)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

PT. Mahaka Visual Indonesia Siap-siap Dipanggil Disnaker

KABUPATEN BEKASI - Setelah sekian lama tidak ada kejelasan mengenai kasus dugaan pemutusan sepihak terhadap karyawan Go Wet Waterpark, Dinas

Ampun... Solihin Ditinggal Kader PPP Dukung Paslon Tri Adhianto- Harris

KOTA BEKASI – Kader dan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyampaikan selamat tinggal kepada Ketua DPC Solihin saat ini mencalonkan diri jadi wakil walikota n

Usai Deklarasi, Tri Adhianto Kunjungi Warga Terkena Banjir

KOTA BEKASI - Masyarakat Bekasi Jaya, Kota Bekasi, resmi menyatakan dukungan untuk pasangan calon Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi nomor 3, Tri Adhianto dan Abdul H

Calon Wali Kota Tri Adhianto Wakafkan Tanah untuk Gedung Aswaja Center

KOTA BEKASI - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan warga dan komunitas, calon Wali Kota Bekasi nomor urut 3 Tri Adhianto menghadiri pengajian Ahlussunnah wal Jama&#

Tri Adhianto Tegaskan Komitmen Birokrasi Bebas dari Korupsi dan Tepis Tudingan Tak Berdasar

KOTA BEKASI - Calon Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan tekadnya membangun Kota Bekasi yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.

<

KPU Kabupaten Bekasi Akan Gelar Debat Kandidat

KABUPATEN BEKASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi akan menggelar debat kandidat Calon Bupati pada Minggu (3/11/2024) mendatang.