Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Rabu (22/1/2020), bersama Dinas Pendidikan dan beberapa Kepala SMP Negeri membahas beberapa kegiatan, salah satunya ‘outing class’. PALAPA POS/Nuralam

BEKASI - Polemik kegiatan ‘outing class’ di sekolah disinyalir karena belum adanya peraturan tetap dikeluarkan Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Agar tidak terjadi permasalahan kedepannya, DPRD Kota Bekasi mendorong Dinas Pendidikan menerbitkan peraturan yang mengikat.

"Komisi IV minta Kadisdik agar mengeluarkan aturan terkait outing class, sehingga persoalan-persoalan ini tidak ada lagi dikemudian hari," kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, Rabu (22/1/2020).

Sardi menegaskan, setiap kegiatan melibatkan beberapa pihak di sekolah, harus diperkuat peraturan mengikat. Hal ini, kata dia, agar memudahkan pihak sekolah dalam membuat program kerja serta memiliki kepastian hukum.

Mencuatnya kegiatan ‘outing class’ yang sempat menjadi perhatian, disebut politisi PKS ini sebagai warning bagi Dinas Pendidikan. Hanya saja, Sardi mengakui kegiatan ‘outing class’ memiliki manfaat untuk menambah wawasan siswa di sekolah.

"Bukan dihentikan, tetapi untuk memastikan agar pihak sekolah tidak terganjal dengan persoalan-persoalan yang dapat menghambat kinerja mereka. Saya rasa kegiatan outing class sangat bermanfaat bagi siswa, menambah wawasan dan pengetahuan," kata Sardi.

Bahkan Sardi menegaskan menolak adanya intervensi dari pihak mana pun yang menginginkan agar Komisi IV menjadi alat pihak-pihak tertentu.

"Komisi IV tidak bisa diintervensi atau mengikuti agenda setting pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari persoalan outing class," tegasnya.

Meski begitu, Sardi meyakini pihaknya tetap akan kritis menyikapi berbagai persoalan yang menyangkut dengan tupoksi Komisi IV. Ia berjanji konsen melakukan pengawasan kepada mitra kerja, salah satunya adalah Dinas Pendidikan.

"Komisi IV akan tetap melakukan pengawasan penyelenggaraan pendidikan disemua SMP Negeri. Outing class perlu didalami secara komprehensif dan jangan sampai isu sekolah mengganggu proses pembelajaran dan tidak fokusnya para Kepsek dalam memimpin sekolah. Ini dunia pendidikan, harus selesaikan persoalan secara terdidik, bukan diselesaikan dengan cara-cara tidak baik," imbuhnya. (lam)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

PT. Mahaka Visual Indonesia Siap-siap Dipanggil Disnaker

KABUPATEN BEKASI - Setelah sekian lama tidak ada kejelasan mengenai kasus dugaan pemutusan sepihak terhadap karyawan Go Wet Waterpark, Dinas

Ampun... Solihin Ditinggal Kader PPP Dukung Paslon Tri Adhianto- Harris

KOTA BEKASI – Kader dan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyampaikan selamat tinggal kepada Ketua DPC Solihin saat ini mencalonkan diri jadi wakil walikota n

Usai Deklarasi, Tri Adhianto Kunjungi Warga Terkena Banjir

KOTA BEKASI - Masyarakat Bekasi Jaya, Kota Bekasi, resmi menyatakan dukungan untuk pasangan calon Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi nomor 3, Tri Adhianto dan Abdul H

Calon Wali Kota Tri Adhianto Wakafkan Tanah untuk Gedung Aswaja Center

KOTA BEKASI - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan warga dan komunitas, calon Wali Kota Bekasi nomor urut 3 Tri Adhianto menghadiri pengajian Ahlussunnah wal Jama&#

Tri Adhianto Tegaskan Komitmen Birokrasi Bebas dari Korupsi dan Tepis Tudingan Tak Berdasar

KOTA BEKASI - Calon Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan tekadnya membangun Kota Bekasi yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.

<

KPU Kabupaten Bekasi Akan Gelar Debat Kandidat

KABUPATEN BEKASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi akan menggelar debat kandidat Calon Bupati pada Minggu (3/11/2024) mendatang.