Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Giant Mega Bekasi Hypermall, Selasa (17/3/2020), mengecek ketersediaan bahan pokok. PALAPAPOS/Nuralam

BEKASI - Sejumlah Supermarket di Kota Bekasi mulai membatasi pembelian bahan pokok seperti, beras, gula, minyak dan mie instan agar ketersedian bahan pokok aman dan masyarakat dapat membeli secara merata.

Kendati terjadi pembatasan, warga diminta tidak perlu panik menyederhanakan pembelian sesuai kebutuhan.

Corporate Communication Section Head Pada PT. Lion Superindo, Priyo Dwi Utomo mengatakan, memang pihaknya membatasi konsumen untuk pembelian beras maksimal 10 kg, gula maksimal 2kg, minyak maksimal 4 liter dan mie instan 2 dus.

"Pengumuman tersebut berdasarkan dari Satgas Pangan Bareskrim Polri. Terkait dengan pembelian pembatasan produk untuk beras, minyak, gula dan mie instan," kata Priyo saat dihubungi, Kamis (19/3/2020).

Pembatasan pembelian produk, menurutnya disesuaikan dengan arahan tersebut. Superindo, kata dia, tidak memonopoli, namun karena mengikuti anjuran dari pemerintah.

"Kita terima edaran pembatasan dari tanggal 16 Maret ini. Selanjutnya kita langsung melakukan pembatasan, kalau sampai kapan, kita akan menunggu info selanjutnya dari pemerintah," ucapnya.

Terpisah, Kepala Seksi Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, Eko Wijatmiko mengakui sudah menyebarkan Surat Edaran dari Presiden dan Sekretais Daerah, pasal 107 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014, tentang perdagangan. Dilarang melakukan praktik penimbunan barang kebutuhan pokok.

"Kita sudah sebarkan edaran tersebut, kepada supermarket dan pasar tradisional yang ada di Kota Bekasi membatasi pembeli atau konsumen yang membeli produk tertentu. Seperti beras, gula, minyak dan mie instan," kata Eko Wijatmiko.

Selain membatasi pembelian bahan pokok, pihaknya juga membatasi pembelian Hand Sanitizer, Tissu dan Masker.

Dikatakannya, komoditi seperti gula merupakan salah satu item yang langka di pasar. Sehingga, pemerintah masih menunggu hasil impor dari luar negeri. Selain itu, bawang putih dan bawang bombay juga diakui masih langka di pasar.

Beberapa pasar swalayan yang dibatasi selain Superindo, adalah Giant, Lotte, Indo Grosir, Carefour, Hero Supermarket dan Robinson. Sedangkan untuk pasar tradisional pembatasannya berbeda dengan pasar modern.

"Memang salama ini belum ada warga yang belanja berlebihan. Kita juga sedang berkoordinasi dengan Bulog agar bahan pokok tetap aman. Kita terus melakukan pengawasan secara berkala, yang pasti stok sembako hingga kini masih aman," ungkapnya. (lam)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

PT. Mahaka Visual Indonesia Siap-siap Dipanggil Disnaker

KABUPATEN BEKASI - Setelah sekian lama tidak ada kejelasan mengenai kasus dugaan pemutusan sepihak terhadap karyawan Go Wet Waterpark, Dinas

Ampun... Solihin Ditinggal Kader PPP Dukung Paslon Tri Adhianto- Harris

KOTA BEKASI – Kader dan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyampaikan selamat tinggal kepada Ketua DPC Solihin saat ini mencalonkan diri jadi wakil walikota n

Usai Deklarasi, Tri Adhianto Kunjungi Warga Terkena Banjir

KOTA BEKASI - Masyarakat Bekasi Jaya, Kota Bekasi, resmi menyatakan dukungan untuk pasangan calon Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi nomor 3, Tri Adhianto dan Abdul H

Calon Wali Kota Tri Adhianto Wakafkan Tanah untuk Gedung Aswaja Center

KOTA BEKASI - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan warga dan komunitas, calon Wali Kota Bekasi nomor urut 3 Tri Adhianto menghadiri pengajian Ahlussunnah wal Jama&#

Tri Adhianto Tegaskan Komitmen Birokrasi Bebas dari Korupsi dan Tepis Tudingan Tak Berdasar

KOTA BEKASI - Calon Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan tekadnya membangun Kota Bekasi yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.

<

KPU Kabupaten Bekasi Akan Gelar Debat Kandidat

KABUPATEN BEKASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi akan menggelar debat kandidat Calon Bupati pada Minggu (3/11/2024) mendatang.