Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Taput Bontor Hutasoit. PALAPAPOS/Alpon Situmorang

TAPANULI UTARA - Pasca keluarnya Permendikbud Nomor 19 tahun 2020 menggantikan Permendikbud Nomor 8 tahun 2020. Beban APBD Tapanuli Utara berkurang terlebih ditengah pandemi Covid-19 karena Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sekitar 50 persen dapat digunakan menaikkan honor guru Negeri maupun Swasta.

Dengan dinaikkannya kesejahteraan guru honorer, Pemkab Taput tidak perlu lagi memberikan sembako bagi mereka terdampak Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapanuli Utara Bontor Hutasoit, Selasa (26/5/2020) membenarkan keluarnya regulasi penggunaan BOS.

“Kalau melirik tahun lalu dana BOS SD dan SMP diperbolehkan 15 persen menggaji guru honorer. Dan mereka sangat terdampak apalagi ditengah pandemi Covid-19, makanya kemarin Bupati menyerahkan sembako bagi 2.235 guru honorer Negeri dan Swasta," kata Bontor di ruang kerjanya.

Bontor lebih tegas menguraikan isi Permendikbud itu yakni ini dalam rangka penanganan pandemi Covid- 19 maka penggunaan dana Bos bisa melebihi 50 persen untuk menggaji honorer dan bisa juga pembuatan wastafel, kebersihan lingkungan sekolah dan disinfektan.

“Namun itu berlaku mulai April hingga masa tanggap darurat Covid-19 dinyatakan berakhir oleh Pemerintah dan untuk Januari dan Maret honor guru honorer mengacu Permendikbud Nomor 8 2020," tambahnya.

Makanya Pemkab kemarin memberikan paket sembako menalangi guru honorer terdampak pandemi Covid-19.

“Totalnya ada 2.235 terdiri dari 1.919 guru Non PNS termasuk penjaga sekolah dan Tata Usaha, kemudian 914 guru swasta mulai PAUD hingga SMP," ungkapnya.

Dengan aturan itu, maka dipastikan guru honorer akan bertambah penghasilan dari diterima sebelumnya.

“Kalau dulu mereka menerima antara Rp 200 hingga Rp 300 ribu untuk guru SD, maka akan naik dari yang diterima sebelumnya, dan juga guru honorer SMP dari dibayar Rp 35 ribu perjamnya akan naik ke Rp 50 hingga 60 ribu perjam," katanya.

Dikatakannya untuk tahun ini BOS SD dan SMP totalnya sekitar Rp 52 miliar.

“Makanya beban APBD akan berkurang khusus bantuan sembako nantinya bila pandemi ini berlangsung lama dengan naiknya kesejahteraan tenaga honorer berdasarkan Permendikbud Nomor  19 tahun 2020," pungkasnya. (als)

Comments

  • EDISON KRENIUS SITUMEANG

    5 years ago

    Penggunaan dana Bos untuk tahun ini sangat membantu para guru honorer dan sekolah.saya selaku guru honorer berharap ,,mudah mudahan penggunaan dana bos bisa mencapai tujuan sesuai dengan anjuran pemerintah dan di media ini tolong di share penggunaannya di setiap unit.agar saya sebagai guru honorer tidak simpang siur terkait penggunaan dana bos .

    Replay

Leave a Comment

Berita Lainnya

Rombongan Satika - Sarlandi Diumpat Dengan Kata Kotor dan Diduga Akan Diserang, Bentrok Pun Terjadi

TARUTUNG - Polres Tapanuli Utara (Taput) diminta mengusut tuntas dalang atau aktor intelektual dibalik kerusuhan di Kecamatan Simangumban dan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Uta

Satika Desak Polres Taput Tangkap Pelaku Penyebaran Selebaran Pornografi Untuk Memfitnahnya

TAPANULI UTARA -  Calon Bupati Tapanuli Utara (Taput), Satika Simamora, mendesak Polres Taput segera menangkap terduga pelaku penyebaran selebaran fornografi hoaks yang d

Masyarakat Purbatua Kepemimpinan Nikson Nababan Perlu Dilanjutkan Satika- Sarlandy

TAPANULI UTARA — Kepemimpinan Nikson Nababan sebagai Bupati Tapanuli Utara (Taput) dianggap perlu dilanjutkan oleh sosok bersih, jujur, dan peduli terhadap masyarakatnya

Tokoh Agama Serukan Agar Masyarakat Menjaga Pilkada Tapanuli Utara Berjalan Dama

TAPANULI UTARA - Menjelang Pilkada  tahun 2024 di Tapanuli Utara yang ikuti 2 (dua) pasangan calon, yaitu Satika-Simamora - Sarlandy Hutabarat dengan nomor urut 1 (satu)

Sukur Nababan: Kabupaten Taput Harus Dipimpin Sosok Bersih dan Jujur

TAPANULI UTARA— Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sukur H Nababan, memimpin langsung pemenangan pasangan Calon Bupati dan Wa

Kapolri Harus Turun Tangan, Peredaran Narkoba di Taput Semakin Resahkan Masyarakat

TARUTUNG — Peredaran narkotika beberapa tahun belakangan ini semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Warga menyebut, salah satu bandar narkoba terbe