Ilustrasi. PALAPAPOS/Istimewa

BEKASI - Aksi kekerasan terhadap wartawan di Kota Bekasi kembali terulang. Setelah muncul ancaman pembunuhan terhadap salah seorang awak media detik.com beberapa waktu lalu, kini seorang wartawan koran harian lokal Bekasi dianiaya sekelompok preman hingga mengalami koma.

Kejadian bermula saat Surya Bagus (25, pada Selasa (2/6/2020) malam, pulang dari kantor redaksinya di Jalan Mayor Hasibuan Blok A40-41, Bekasi, usai mengerjakan tugas. Sesampainya di Jalan Irigasi, Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan, tiba-tiba Surya dipepet dan mendapat pukulan benda tumpul pada kepala bagian belakang beberapa orang tidak dikenal.

Menurut Beni, sahabat Surya turut mendampingi ayah korban melapor ke Polisi, mengakui Surya dianiaya sekelompok orang hingga mengalami luka lebam pada bagian mata dan kepala bagian belakang.

"Surya kondisinya masih belum pulih setelah mengalami kondisi kritis (koma) selama tiga hari. Dia baru memberikan keterangan semalam kalau dia dianiaya sekelompok orang, sehingga ayahnya yang membuat laporan ke Polisi," ungkap Beni, usai mendampingi ayah Surya ke Polres Metro Bekasi Kota, Senin (8/6/2020).

Mengenai ciri-ciri pelaku, Beni mengatakan dirinya belum mendapat keterangan penuh dari Surya karena hingga kini Surya masih mendapat perawatan intensif di Ruang ICU RS Awal Bros Bekasi Timur.

"Surya belum bisa menjelaskan secara detail karena dia masih kritis," ucap Beni.

Lebih jelas Beni membeberkan peristiwa saat dirinya mengetahui Surya terkapar di rumah kontrakannya pada Rabu (3/6/2020) malam. Beni mengatakan dirinya mencongkel jendela kontrakan karena pintu terkunci dan terganjal badan Surya.

"Waktu malam itu saya lihat Surya tergeletak. Dia gak sadar dan ada sedikit darah keluar dari kepalanya. Lalu saya bawa ke RSUD tapi ruang ICU penuh dan kemudian kita bawa ke RS Awal Bros Bekasi Timur. Sejak malam itu, Surya baru sedikit sadar semalam," ungkap Beni.

Beni berharap, pihak kepolisian dapat mengungkap pelaku kejahatan dan memberikan hukuman setimpal.

"Saya dan keluarga korban berharap Polisi segera mengungkap motif penganiayaan ini dan menangkap para pelakunya. Saya juga minta pihak RS Awal Bros memperketat penjagaan," katanya.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Erna Ruswing Andari mengatakan pihak kepolisian akan menyelidiki kasus kekerasan tersebut. Dari keterangan diperoleh, Erna memastikan kasus tersebut murni penganiayaan.

"Dugaan awal karena dianiaya orang tak dikenal," kata Erna. (lam)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Korban Pengeroyokan Kecewa Polres Taput Belum Menangkap Pelaku Diduga Oknum Anggota IPK

TARUTUNG - Sejumlah orang diduga anggota organisasi kepemudaan Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) melakukan penganiayaan terhadap salah seorang aparatu

Kapolres dan Dandim Pimpin Pengrebekan Pengedar Narkoba di Tengah Persawahan

TAPANULI UTARA -Dipimpin Kapolres Tapanuli Utara AKBP Johanson Sianturi, S.I.K, M.H dan Dandim 0210/ TU, Letkol Inf.Saiful Rizal, S.Hub. Int bersama jajarannya. Kampung Narkob

Sindikat Curanmor Dibekuk Satreskrim Polres Taput

TAPANULI UTARA - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Taput berhasil menangkap dua orang pelaku curanmor inisial AS (26) warga Desa Parbubu I dan MFL(29) warga Keluraha

Dua Pengguna Narkoba Dibekuk Saat Melarikan Diri Menabrak Mobil Polisi

TAPANULI UTARA - Satuan Reserse Narkotika Polres Tapanuli Utara (Taput) berhasil meringkus dua pengguna Narkotika. Sebelun ditangkap tersangka sempat melarikan diri dengan nek

Polres Metro Bekasi Kota di Demo Karena Terduga Pelaku Pengeroyokan Belum Tertangkap

KOTA BEKASI - Puluhan pemuda yang tergabung dari beberapa organisasi kepemudaan terlibat aksi saling dorong dengan kepolisian saat lakukan demo di depan kantor Polres Metro Be

Lima Pelaku Penyelewengan Solar Subsidi di Taput Diboyong ke Poldasu

TARUTUNG - Diduga digunakan untuk kebutuhan alat berat ataupun industri, lima pelaku penyelewengan BBM jenis Solar Subsidi ditangkap Tim gabungan Ditreskrimsus Polda Sumut dan