Masker dan obat saat ditemukan pemulung di TPA Sumur Batu. PALAPAPOS/Istimewa
BEKASI - Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah (UPTD) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kota Bekasi, Ulfa Masrofah menjelaskan penemuan masker dan kotak obat oleh pemulung bukan limbah Covid-19. Menurutnya, sampah tersebut adalah limbah katering rumah sakit.
"Tidak ada limbah Covid-19 yang dibuang di TPA Sumur Batu. Yang ditemukan pemulung itu, hanya limbah katering rumah sakit," kata Ulfa saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2020).
Dia menilai, pihak rumah sakit tidak sembarangan membuang limbah APD digunakan untuk menangani Covid-19.
"Kalau masker standar medis itu gak sembarangan membuangnya, bisa bahaya. Kan ada pemusnahan khusus untuk APD bekas penanganan Covid-19," ujarnya.
"Kalaupun ditemukan masker oleh pemulung, itu masker bekas pegawai katering. Secara logika, gak mungkin rumah sakit mau mencemarkan diri," sambung Ulfa menduga limbah katering tersebut berasal dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Selatan.
"Kalau kita sih menemukan disampah itu ada struk RS Awal Bros. Itu ditemukan oleh kita bersama Reskrim Polres," ungkapnya.
Ulfa menjelaskan, pihaknya memiliki standar operasional prosedur (SOP) menangani sampah berasal dari wilayah.
"Sesuai SOP, mobil pengangkut sampah dari 12 Kecamatan tertutup baknya, dan tidak mungkin buka satu persatu karena jumlahnya banyak. Yang tahu isi sampah itu, ya UPTD wilayah. SOPnya gini, mobil datang tertutup, kemudian ditimbang, lalu setelah diketahui jumlah tonase, mobil tersebut maju ke pelayanan dan dibuka lalu digeruk oleh beko. Kita tidak mensortirnya karena residu semua," pungkasnya. (lam)
Baca Juga: Kekurangan Alat Berat, Penyebab Antrian Truk Sampah di TPA Sumur Batu





Comments
Leave a Comment