Ketua DPRD Taput Poltak Pakpahan mengirim surat ke Presiden Joko Widodo bermohon pengelolaan SMA/SMK dikembalikan ke daerah. PALAPAPOS/Alpon Situmorang

TAPANULI UTARA – Ketua DPRD Tapanuli Utara Poltak Pakpahan mengirim surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pengelolaan SMA/SMK selama ini ditangani Provinsi dikembalikan ke Kabupaten/Kota karena dinilai tidak efektif dan efisien baik dari sisi anggaran maupun pengawasan.

“Kita sudah lihat sejak ditarik kewenangan pengelolaan SMA/SMK sekitar tiga tahun silam banyak kendala dan permasalahan baik dari sisi pengawasan sangat minim. Padahal visi misi Pemkab menjadikan daerah ini lumbung SDM berkualitas akan terganjal, karena kewenangan tidak ditangan daerah," kata Poltak di ruang kerjanya, Senin (6/7/2020).

Poltak menambahkan alasannya lagi, tidak mungkin Gubernur lebih baik daripada Bupati/Wali Kota untuk melakukan pengawasan baik sarana prasarana penunjang ataupun apa dibutuhkan sekolah.

“Saya contohkan, bagaimana Gubernur ataupun Kadiknas Provinsi serta Kacabdis bisa mengawasi sekolah di Kecamatan terjauh di Garoga, bukankah Bupati yang lebih tahu apa yang dibutuhkan mereka untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar," ungkapnya.

Selain itu sebut politisi PDI Perjuangan tersebut, dari sisi jarak guru, Kasek ataupun orang tua murid harus mengeluarkan biaya bila berurusan ke kantor Kacabdis di Lintong Nihuta, Humbahas.

"Saya harap kewewangan itu dikembalikan ke daerah dan Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah direvisi. Untuk itu selaku legislator, DPRD Taput telah menyurati Pak Jokowi agar ditinjau kembali," ujarnya.

Dan sebenarnya, Poltak mengatakan UU tersebut telah digugat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan dimenangkan MK.

“Namun kita tidak tahu kenapa belum diberlakukan, dan juga Bupati Taput juga ikut bersuara agar kewenangan itu dikembalikan," katanya.

Untuk itu, Poltak menegaskan perlu mengirimkan Surat resmi ke Presiden Joko Widodo.

“Saya harap Pak Presiden bisa melakukan loncatan terbesarnya yakni mengembalikan kewenangan itu ke daerah. Karena pendidikan itu harus link and match sehingga esensinya tercapai bukan karena ada dugaan kepentingan politik disana," pungkasnya. (als)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Rombongan Satika - Sarlandi Diumpat Dengan Kata Kotor dan Diduga Akan Diserang, Bentrok Pun Terjadi

TARUTUNG - Polres Tapanuli Utara (Taput) diminta mengusut tuntas dalang atau aktor intelektual dibalik kerusuhan di Kecamatan Simangumban dan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Uta

Satika Desak Polres Taput Tangkap Pelaku Penyebaran Selebaran Pornografi Untuk Memfitnahnya

TAPANULI UTARA -  Calon Bupati Tapanuli Utara (Taput), Satika Simamora, mendesak Polres Taput segera menangkap terduga pelaku penyebaran selebaran fornografi hoaks yang d

Masyarakat Purbatua Kepemimpinan Nikson Nababan Perlu Dilanjutkan Satika- Sarlandy

TAPANULI UTARA — Kepemimpinan Nikson Nababan sebagai Bupati Tapanuli Utara (Taput) dianggap perlu dilanjutkan oleh sosok bersih, jujur, dan peduli terhadap masyarakatnya

Tokoh Agama Serukan Agar Masyarakat Menjaga Pilkada Tapanuli Utara Berjalan Dama

TAPANULI UTARA - Menjelang Pilkada  tahun 2024 di Tapanuli Utara yang ikuti 2 (dua) pasangan calon, yaitu Satika-Simamora - Sarlandy Hutabarat dengan nomor urut 1 (satu)

Sukur Nababan: Kabupaten Taput Harus Dipimpin Sosok Bersih dan Jujur

TAPANULI UTARA— Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sukur H Nababan, memimpin langsung pemenangan pasangan Calon Bupati dan Wa

Kapolri Harus Turun Tangan, Peredaran Narkoba di Taput Semakin Resahkan Masyarakat

TARUTUNG — Peredaran narkotika beberapa tahun belakangan ini semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Warga menyebut, salah satu bandar narkoba terbe