Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi. PALAPAPOS/Nuralam
BEKASI - Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi membeberkan polemik kesalahan titik koordinat lokasi pendaftar PPDB Online akibat human eror operator sekolah. Sehingga, banyak kekeliruan ditimbulkan akibat kesalahan tersebut.
"Secara umum, sistem berjalan lancar, namum masih banyak catatan, terutama titik kordinat, banyak yang gak sesuai. Namun Disdik sudah mengambil langkah yang terjadi pada human eror dalam input titik kordinat, sehingga data harus divalidasi atau verifikasi lagi oleh Disdik," kata Sardi, Senin (6/7/2020).
Menurut Sardi, kesalahan dalam penentuan titik koordinat merugikan masyarakat mendaftar. Ia menyebut, kesalahan dilakukan operator harus menjadi ‘PR’ bagi Dinas Pendidikan melakukan perbaikan.
"Itu human erornya operator, ini PR kedepan, agar operator mendapat bimbingan teknis sebelum diterjunkan. Banyak keluhan masyarakat yang rumahnya dekat dengan sekolah tapi tidak lolos. Nah ini murni kesalahan dari operator," terang Sardi.
Politisi PKS ini mengakui pihaknya sudah mendapat keterangan bahwa Dinas Pendidikan telah memberikan edukasi kepada operator PPDB Online untuk memperbaiki kesalahan.
"Disdik sudah mengumpulkan operator untuk diberikan penjelasan agar semua sesuai aturan, mulai jarak radius yang sudah menjadi penetapan," katanya.
Meski begitu, Sardi menegaskan agar Dinas Pendidikan terus mengevaluasi pelaksanaan PPDB Online. Apabila terjadi kecurangan, Sardi mendesak Kepala Dinas bertindak tegas.
"Komisi IV mendesak agar Disdik melakukan evaluasi dalam penyempurnaan sistem. Sehingga meminimalisir bentuk kecurangan. Tetapi, apabila disinyalir ada orang yang melakukan kecurangan, Komisi IV merekomendasikan Disdik melakukan pemecatan atau pemberhentian," tandasnya. (lam)





Comments
Leave a Comment