ASN Dinas PUPR saat terjun membersihkan jaringan irigasi Hasak II Desa Siraja Hutagalung Siatas Barita dari tumpukan sampah. PALAPAPOS/Alpon Situmorang
TAPANULI UTARA – Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas PUPR Pemkab Tapanuli Utara terjun membersihkan sampah membuat sumbat irigasi akibat masih banyak warga kurang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, bahkan kerap membuang sampah sembarangan terutama ke saluran air.
Hal itulah salah satu faktor memicu kurang lancarnya saluran air Hasak II mengalir di wilayah Kecamatan Siatas Barita. Selain faktor kondisi intake atau pengambilan air masih darurat (free intake) sehingga rentan kerusakan.
“Kita kemarin Senin juga melakukan gotong royong pembersihan saluran irigasi Hasak II, ada 19 PNS PUPR kita terjunkan atas perintah Pak Bupati berdasarkan keluhan masyarakat," kata Kadis PUPR Dalan Simanjuntak, Selasa (7/7/2020).
Saat melakukan gotong royong, Dalan menyebutkan pihaknya melakukan pemetaan kondisi apa pemicu sumbatnya saluran Hasak II.
“Kita lihat, kondisi intake/pengambilan air yang masih darurat/free intake sehingga rentan terhadap kerusakan makanya Pak Bupati mengusulkan bangunan bendungan," ujarnya.
Dan juga sebutnya, banyaknya sampah dari masyarakat dibuang ke saluran sehingga mengganggu kelancaran air.
“Selain itu juga terdapat kerusakan pada bangunan saluran irigasi tersebut di Desa Siraja Hutagalung sehingga air tidak mengalir sampai ke Desa Lumban Ratus, karena belum ada personil untuk perawatan jaringan irigasi," ungkapnya.
Menurutnya, itulah kondisi terjadi di jaringan irigasi Hasak II dan sebelumnya juga dilakukan gotong royong dibantu dengan alat berat di intake Hasak I.
“Saya berharap warga ikut membantu merawat jaringan irigasi dengan tidak membuang sampah karena bisa menyumbat aliran air sehingga dapat memicu kerusakan. Dan untuk usulan pembangunan agar air lancar, Pak Bupati telah mengusulkan ke Pak Gubsu," pungkasnya. (als)





Comments
Leave a Comment