Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama Kepala Dinas Pendidikan Inayatullah dan sejumlah OPD meninjau persiapan kegiatan belajar mengajar tatap muka SMPN 2 Bekasi di masa new normal. PALAPAPOS/Nuralam
BEKASI – Rencana pembukaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di Kota Bekasi pada 13 Juli 2020 masuk tahap persiapan. Sejumlah sekolah diminta untuk mengikuti protokol kesehatan dengan membatasi jumlah siswa dalam satu ruang kelas.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan persiapan itu telah dijelaskan dalam Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 346 tentang adaptasi tatanan hidup baru dalam proses kegiatan belajar mengajar pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi.
Adapun tata cara dijelaskan dalam Kepwal merupakan standar pemenuhan syarat agar sekolah dapat melangsungkan kegiatan belajar mengajar.
“Jadi dalam Keputusan Wali Kota (Kepwal) tersebut banyak peraturan yang harus dipersiapkan oleh sekolah, mulai dari SOP, Protokol Kesehatan, Manajemen Pengajaran dan banyak lagi. Jadi semua itu harus dipatuhi, diterapkan,” kata Inay saat bersama Wali Kota Bekasi melakukan pengecekan kesiapan ruang kelas di SMP Negeri 2 Kota Bekasi, Selasa (7/7/2020).
Menurutnya, setiap sekolah memiliki kalasifikasi berbeda. Akan tetapi untuk dapat memulai kembali proses belajar mengajar, sekolah diwajibkan memenuhi standarisasi telah diatur dalam Kepwal 346.
“Jadi meski mereka (sekolah) mengatakan sudah siap melaksanakan kegiatan belajar tatap muka, sudah mengajukan proposal dan dokumentasi video, nanti dilakukan pengecekan ke sekolah oleh tim Gugus Tugas Covid-19 dan Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Tidak ujuk-ujuk begitu saja mengajukan permohonan ke Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Untuk waktu pembelajaran kata Inay, semula bisa memakan waktu 45 menit per satu mata pelajaran, dalam adaptasi ini dikurangi menjadi 30 menit maksimal. Selain itu juga, susunan ruang belajar semula diisi siswa sebanyak 32 orang, saat proses adaptasi ini dikurangi menjadi setengahnya.
“Semuanya kita kurangi, mulai dari waktu belajar per mata pelajaran, sampai jumlah siswa yang masuk dalam satu rombel. Sebab itu kita bagi shift ada yang pagi dan siang,” tutupnya. (lam)





Comments
Leave a Comment