Direktur PDAM Mual Natio Lamtagon Manalu bersama Kadis Perumahan dan Daerah Permukiman Budiman Gultom dan Bappeda Taput saat mengikuti rapat dengan Dirjen Cipta Karya dan Dirjen Sumber Daya Air di Medan. PALAPAPOS/Alpon Situmorang
TAPANULI UTARA - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) bersama PDAM Mual Natio mengusulkan dana pembangunan sarana dan prasarana atasi krisis air bersih di Tarutung ke Kementerian PUPR tahun 2021 sebesar Rp 60 miliar.
“Dana sebesar Rp 60 miliar itu sudah kita usulkan bersama Dinas Perumahan dan Daerah Permukiman dan Bappeda Taput saat mengikuti rapat konfirmasi pertemuan pemaparan draft laporan akhir pekerjaan perencanaan teknis SPAM Tarutung," kata Direktur PDAM Mual Natio Tarutung, Lamtagon Manalu, Jumat (10/7/2020).
Pertemuan itu untuk menindaklanjuti surat pimpinan Balakosa Konsultant Nomor: 24/BC/DED/VI/2020 tanggal 30 Juni 2020 tentang Penyampaian Draft Laporan Akhir Pekerjaan Pembuatan Detail Enggenering Design (DED) Analisa dan Optimalisasi Jaringan Perpipaan IKK Tarutung, Siatas Barita dan Sipoholon, Taput dalam penyediaan air minum Tarutung.
PDAM Mual Natio bersama Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Bappeda Taput telah mempresentasikan upaya penanggulangan krisis air di Kota Tarutung dihadapan Balai Wilayah Sungai Sumatera II (BWSS II) dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Utara Kementerian PUPR.
Telah disepakati, Dirjen Sumber Daya Air (SDA) melalui BWSS akan membangun Air Baku, Jaringan Transmisi dan 2 Reservoar di Sipoholon dan Tangsi Tarutung.
Sedangkan Dirjen Cipta Karya melalui BPPWSU Kementerian PUPR akan membangun Jaringan Distribusi Umum (JDU) dan 30 persen Sambungan Rumah (SR).
Sementara itu, Pemkab Taput bersama PDAM Mual Natio akan menyediakan lahan, menyusun dokumen lingkungan, mengurus Surat Ijin Pemanfaatan Air (SIPA) dan membangun 70 persen SR dari target 5.000 SR.
Sehubungan dengan itu kata Lamtagon, Kementerian PUPR meminta agar Pemkab Taput juga menyediakan Dana Daerah Untuk Urusan Bersama (DDUB).
Dengan terwujudnya permohonan ini, kiranya masyarakat mendukung dan bersedia memberikan lahan serta pembebasan lahan. Masyarakat juga harus bersabar, karena pembangunan ini butuh waktu lama dan anggarannya sangat besar.
“Pertemuan antara Pemkab Taput dengan Dirjen Cipta Karya dan Dirjen Sumber Daya Air yang berlangsung di Ruang Rapat Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Utara lantai III itu atas permohonan PDAM Mual Natio," ujar Lamtagon. (als)





Comments
Leave a Comment