Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Bekasi, M. Ridwan. PALAPAPOS/Reza Aulia
BEKASI - Selain menyelenggarakan administrasi kesekretariatan dan keuangan serta mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD, Sekretariat DPRD Kota Bekasi menjadi jembatan komunikasi antara Eksekutif dan Legislatif.
Untuk itu, diperlukan sinergitas dan harmonisasi Eksekutif dan Legislatif demi tercapainya visi dan misi Kota Bekasi, seperti diungkapkan Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Bekasi, M. Ridwan, beberapa waktu lalu.
"Berkaitan dengan tugas Sekwan, secara administratif saya bertanggungjawab kepada beliau (Wali Kota) ditugaskan di DPRD Kota Bekasi untuk melayani para anggota Dewan, disamping atasan kedua saya secara teknis, yakni pimpinan Dewan," ujarnya.
Ridwan yang telah tiga tahun menjabat sebagai Sekwan mengungkapkan, dirinya berupaya agar sinergitas kedua lembaga dapat terjalin baik, demi tercapainya visi misi Kota Bekasi.
"Saya selaku Sekretaris Dewan bersama dengan aparatur dibawahnya berusaha mensukseskan sinergitas dan harmonisasi. Kata harmonisasi ini merupakan kunci agar kedua lembaga besar ini tidak merasa adu kuat, namun sebaliknya keduanya merupakan satu kekuatan yakni Pemerintahan," bebernya.
Diakuinya, dalam menjalankan tugasnya sebagai perwakilan dari Eksekutif, ada beberapa hal tidak bisa sama dari sisi penafsiran, apalagi sebagian besar anggota DPRD Kota Bekasi ada baru menjabat.
"Apalagi ini Dewan berjumlah 50 orang, dengan pak Wali dan Wakil, bisa saja satu persepsi namun berbeda penafsiran. Maka, disanalah peran dari Setwan untuk bisa menafsirkan dan menjabarkan apa yang diharuskan Pemerintah dan mana yang diinginkan DPRD," terangnya.
Lebih jauh, ditambahkannya, untuk menjaga titik kebersamaan itu, maka diperlukan ceck and balance, untuk membuat bagaimana Eksekutif dan Legislatif berada dalam koridor positif demi Pemerintahan berwibawa untuk masyarakat.
Disinggung kendala dihadapi selama menjabat, Ridwan mengungkapkan, secara prinsip tidak ada persoalan. Meski begitu, mantan Sekretaris Dinas PUPR Kota Bekasi itu berusaha memaklumi dan memahami setiap persoalan muncul.
"Karena ada beberapa pemahaman atas fungsi Dewan itu yang belum semuanya sama termasuk dalam memahami fungsi Setwan, maka kita harus memahami itu secara wajar dan kita harus hadapi dengan prasangka baik yang merupakan bagian dari mendewasan pola pikir kita, hati kita, sehingga lebih dengan kesabaran agar bisa memberikan pelayanan secara prima," katanya.
Selanjutnya, terkait kualitas pelayanan Setwan, Ridwan mengakui pihaknya berusaha secara optimal untuk memberikan terbaik kepada seluruh elemen di Setwan, tidak hanya anggota DPRD tetapi juga seluruh staf.
"Ada 161 pegawai dari empat bagian yang ada di DPRD dan terdiri dari ASN dan TKK yang jumlahnya lebih banyak. Sejauh ini, TKK prestasinya bagus dari sisi kinerja, tanpa TKK kita kerepotan, salah satunya di AKD yang membutuhkan banyak TKK," terangnya.
Tidak hanya itu, Ridwan menambahkan, sinergitas dengan pejabat dibawahnya berjalan dengan baik, meski ukuran kepuasan itu harus berasal dari eskternal termasuk dari anggota Dewan.
"Kita harus mensyukuri adanya koreksi dari teman-teman Dewan dan dicari dimana kelemahannya. Karena, perbaikan pengembangan yang terus menerus wajib dilakukan secara manajemen, terutama di sisi SDM. Dari hal tersebut, kita bisa tahu dimana kelemahan kita dan harus sadar serta wajib diperbaiki," pungkasnya. (rez)





Comments
Leave a Comment