Polisi saat turun mengamankan situasi penganiayaan di Dusun Pea Tolong, Desa Simorangkir Julu, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara. PALAPAPOS/Alpon Situmorang

TAPANULI UTARA - Berawal dari sengketa tanah, ASS (36) mengalami penganiyaan berupa tusukan kayu bercabang. Peristiwa klaim mengklaim tentang hak kepemilikan tanah itu terjadi di Pea Tolong, Desa Simorangkir Julu, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) pada Kamis (8/10/2020) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kapolres Taput melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing, Jumat (9/10/2020) membenarkan penganiayaan kepada warga Jalan Darat, Kecamatan Boglas, Kabupaten Meranti, Provinsi Riau.

“Korban dari Riau datang ketempat orang tuanya untuk mengurus masalah tanah ," kata  Baringbing.

Kronologis kejadian itu bermula pada Kamis kemarin sekitar pukul 10.30 WIB di Pea Tolong penganiayaan dilakukan HS (20), PS (38) dan AMD STS (37) warga yang sama dengan korban.

Dari hasil pemeriksaan dilakukan Kepolisian penyebab terjadinya penganiayaan bermula saat Rabu (7/10/2020), korban mendatangi orang tua tersangka ditempat kejadian menanyakan tentang kepemilikan tanah dikuasai orang tua tersangka.

Selanjutnya, terjadi argumentasi antara orang tua tersangka dengan korban, sehingga korban memaki-maki orang tua tersangka.

Petugas Polres Taput dibantu warga memasukkan korban ke dalam mobil untuk dibawa ke RSUD Tarutung. PALAPAPOS/Alpon Situmorang

Lalu orang tua tersangka memberitahukan hal tersebut kepada anaknya HS dan AMD, setelah mendapat informasi tersebut, lalu besoknya tersangka HS dan AMD mengajak saudaranya PS ke ladang.

“Karena mereka yakin bahwa korban masih akan datang ke tempat kejadian untuk memperjelas hak kepemilikan tanah dimaksud. Keesokan harinya, korban bersama LH dan PUS datang dan bertemu dengan ketiga orang tersangka," tambahnya.

Sempat terjadi perdebatan, lalu AMD dan korban terlibat perkelahian. Setelah mereka berkelahi, lalu PS ikut memegang korban membantu AMD.

“Kedua ibu-ibu yakni LH dan PUS teman korban datang dengan memegang parang, lalu HS datang dan menangkap parang yang di bawa ibu-ibu teman korban," ucap Baringbing.

Saat terjadi perkelahian AMD dengan ASS korban, lalu HS mencari alat berupa kayu di tempat kejadian untuk memukul korban.

“Setelah HS menemukan kayu tersebut, lalu menusukkannya ke pinggang korban beberapa kali. Setelah korban tidak berdaya, lalu mereka meninggalkan korban di tempat kejadian," katanya.

Begitu Kepolisian menerima laporan atas peristiwa tersebut, anggota Polres berangkat ke TKP dan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung dan mengamankan tersangka serta barang bukti.

Bahkan Baringbing menyampaikan, kronologis peristiwa terjadinya penganiayaan diperoleh penyidik setelah mendapat hasil pemeriksaan dan fakta.

“Ini kita dapat dari tersangka yang sedang ditahan dan juga saksi serta barang bukti. Jadi kalau ada beredar di medsos peristiwa tersebut ada katanya pembacokan, itu tidak benar. Kita mendapat keterangan berdasarkan fakta. Luka korban akibat benda tumpul bukan benda tajam," pungkas Baringbing seraya menyebutkan korban sudah pulang dari Rumah Sakit. (als)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Korban Pengeroyokan Kecewa Polres Taput Belum Menangkap Pelaku Diduga Oknum Anggota IPK

TARUTUNG - Sejumlah orang diduga anggota organisasi kepemudaan Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) melakukan penganiayaan terhadap salah seorang aparatu

Kapolres dan Dandim Pimpin Pengrebekan Pengedar Narkoba di Tengah Persawahan

TAPANULI UTARA -Dipimpin Kapolres Tapanuli Utara AKBP Johanson Sianturi, S.I.K, M.H dan Dandim 0210/ TU, Letkol Inf.Saiful Rizal, S.Hub. Int bersama jajarannya. Kampung Narkob

Sindikat Curanmor Dibekuk Satreskrim Polres Taput

TAPANULI UTARA - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Taput berhasil menangkap dua orang pelaku curanmor inisial AS (26) warga Desa Parbubu I dan MFL(29) warga Keluraha

Dua Pengguna Narkoba Dibekuk Saat Melarikan Diri Menabrak Mobil Polisi

TAPANULI UTARA - Satuan Reserse Narkotika Polres Tapanuli Utara (Taput) berhasil meringkus dua pengguna Narkotika. Sebelun ditangkap tersangka sempat melarikan diri dengan nek

Polres Metro Bekasi Kota di Demo Karena Terduga Pelaku Pengeroyokan Belum Tertangkap

KOTA BEKASI - Puluhan pemuda yang tergabung dari beberapa organisasi kepemudaan terlibat aksi saling dorong dengan kepolisian saat lakukan demo di depan kantor Polres Metro Be

Lima Pelaku Penyelewengan Solar Subsidi di Taput Diboyong ke Poldasu

TARUTUNG - Diduga digunakan untuk kebutuhan alat berat ataupun industri, lima pelaku penyelewengan BBM jenis Solar Subsidi ditangkap Tim gabungan Ditreskrimsus Polda Sumut dan