Mahasiswi Pasca Sarjana Universitas HKBP Nomensen jurusan Magister Manajemen, Satika Simamora saat sidang meja hijau secara online menunjukkan hasil karyanya Jaket Bomber kepada Dosen Penguji. PALAPAPOS/Alpon Situmorang
TAPANULI UTARA - Wujud kecintaannya dan ingin melestarikan Ulos Batak sehingga tidak lekang oleh jaman. Satika Simamora angkat Ulos Batak sebagai Thesis dalam sidang meja hijau secara online Pasca Sarjana Universitas HKBP Nomensen, Senin (26/10/2020).
Judul Thesis diangkat Ketua TP PKK Taput itu yakni Pengaruh Inovasi, Kualitas, Promosi dan Harga Terhadap Keputusan Membeli Kain Ulos Tapanuli Utara sangat diapresiasi dosen penguji I Prof Pasaman Silaban dan penguji II Dr. Ferry Panjaitan.
Selama presentasi dan pemaparan dilakukan mahasiswi pasca sarjana Magister Manajemen stambuk 2018 Angkatan Ke-XXX tersebut tidak hanya teori namun langsung menunjukkan kinerjanya selama berkiprah dan terlibat inovasi Ulos.
Satika Simamora kepada palapapos.co.id mengungkapkan latar belakang mendorongnya mengambil pasca sarjana karena ilmu sangat penting dan tidak akan hilang.
“Ilmu itu sangat penting dan tidak akan hilang sampai kapanpun, dan akan diperlukan kapan saja dimana saja. Makanya itulah yang mendorong saya ingin mengasah kemampuan dan meningkatkan kompetensi," ungkap Satika dibimbing Dosen Dr Pantas H Silaban dan Sekretaris pembimbing Dr T Sihol Nababan.
Selain itu, Satika ingin mendukung visi misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) yakni sumber daya manusia berkualitas, inovatif dan kreatif.
“Itu sudah saya kerjakan diawal mendampingi Bupati Tapanuli Utara dan sebagai Ketua TP PKK dan Dekranasda. Intinya kita bisa berbagi ilmu sama siapa saja," jelas Satika.
Terkait kenapa mengambil tema Ulos menjadi judul Thesis, Satika mengungkapkan, ingin mengeksplorasi kemampuannya serta apa saya telah dikerjakan selama ini.
“Kecintaan akan tenun Ulos salah satunya yang ingin saya curahkan dalam judul Thesis yang saya angkat," katanya.
Dikatakannya, dalam setiap proses pembuatannya ada jiwa gotong royong merupakan tradisi nenek moyang orang Batak.
“Makanya saya terlibat langsung mengkreasikan serta berinovasi membangkitkan sektor ekonomi sesuai kearifan lokal," ungkapnya.
Dengan terjun langsung, Satika mengatakan mengerti fungsi Ulos, pembuatan Ulos, dan perawatan tenun Ulos.
“Saya punya tekad membangkitkan sektor ekonomi dan kesejahteraan pengerajin melalui ilmu yang saya miliki," pungkas Satika Simamora. (als)
Editor: Oloan Siahaan





Comments
Leave a Comment