Gema Aksi menggelar demo di depan Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi, Jalan Inspeksi Kalimalang, Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/11/2020). PALAPAPOS/Reza Aulia

BEKASI - Massa Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Gema Aksi) kembali mendemo Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi, Jalan Inspeksi Kalimalang, Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/11/2020).

Gema Aksi melakukan demo menolak rencana kenaikan tarif harga PDAM Tirta Bhagasasi dinilai bakal merugikan pelanggan PDAM.

"Kami sangat kecewa dan prihatin atas apa yang akan dilakukan serta apa yang akan direncanakan PDAM TB," kata Koordinator Aksi, Jaelani Nurseha kepada wartawan.

Dia meminta kepada pihak PDAM TB agar mengurungkan niatnya menaikan tarif harga dan meminta PDAM agar lebih fokus untuk memperbaiki pelayanan kepada pelanggan.

"Selain karena tidak maksimalnya pelayanan, kondisi saat ini ekonomi masyarakat sedang down karena pandemi Covid-19, seharusnya PDAM Tirta Bhagasasi dan Pemkab Bekasi bisa memberikan kebijaksanaan untuk menunda dan baiknya memberikan diskon kepada pelanggan, bukan malah berkeinginan menaikkan tarif air. Selain itu, kami minta agar PDAM terbuka soal mekanisme kenaikkan tarif. Jangan sampai ada yang dilompati dan tertutup hingga mengakibatkan pelanggan murka," beber Jaelani.

BACA JUGA: SK Dirut PDAM Bhagasasi Bermasalah, Komisi I Bakal Rekomendasikan Langkah Hukum PTUN

Selain itu, Gema Aksi juga menuntut agar Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) oleh WTP Swasta segera dibuatkan regulasi, seperti Perda maupun Perbup untuk membatasi ruang gerak swasta dalam bisnis SPAM.

"Selama ini Water Treatment Plan (WTP) milik swasta yang ada di Kabupaten Bekasi banyak yang menjual air langsung ke pelanggan, padahal kan jual air baku dulu ke PDAM baru PDAM yang menjual ke pelanggan dan hal tersebut jelas bertentangan dengan putusan MK bernomor 85/PUU-XI/2003 yang menghapus keberadaan seluruh pasal dalam UU Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (SDA)," tegasnya.

Diketahui, hingga sore massa aksi masih bertahan di depan kantor PDAM Tirta Bhagasasi. Gema Aksi tetap menuntut agar para Direksi PDAM menemui mereka dan menjelaskan mekanisme tahapan kenaikkan tarif air serta menjelaskan investasi SPAM dilakukan WTP Swasta. (rez)

Editor: Oloan Siahaan

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

PT. Mahaka Visual Indonesia Siap-siap Dipanggil Disnaker

KABUPATEN BEKASI - Setelah sekian lama tidak ada kejelasan mengenai kasus dugaan pemutusan sepihak terhadap karyawan Go Wet Waterpark, Dinas

Ampun... Solihin Ditinggal Kader PPP Dukung Paslon Tri Adhianto- Harris

KOTA BEKASI – Kader dan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyampaikan selamat tinggal kepada Ketua DPC Solihin saat ini mencalonkan diri jadi wakil walikota n

Usai Deklarasi, Tri Adhianto Kunjungi Warga Terkena Banjir

KOTA BEKASI - Masyarakat Bekasi Jaya, Kota Bekasi, resmi menyatakan dukungan untuk pasangan calon Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi nomor 3, Tri Adhianto dan Abdul H

Calon Wali Kota Tri Adhianto Wakafkan Tanah untuk Gedung Aswaja Center

KOTA BEKASI - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan warga dan komunitas, calon Wali Kota Bekasi nomor urut 3 Tri Adhianto menghadiri pengajian Ahlussunnah wal Jama&#

Tri Adhianto Tegaskan Komitmen Birokrasi Bebas dari Korupsi dan Tepis Tudingan Tak Berdasar

KOTA BEKASI - Calon Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan tekadnya membangun Kota Bekasi yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.

<

KPU Kabupaten Bekasi Akan Gelar Debat Kandidat

KABUPATEN BEKASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi akan menggelar debat kandidat Calon Bupati pada Minggu (3/11/2024) mendatang.