Ketinggian air hingga satu meter menggenangi rumah warga di Kampung Semut Lingkungan III, Kelurahan Bandar Utama, Tebing Tinggi. PALAPAPOS/Ronald Pasaribu
TEBING TINGGI – Tingginya curah hujan di daerah hulu sungai Sei Padang mengakibatkan aliran air Sei Padang meluap hingga membanjiri ribuan pemukiman warga dan jalan-jalan di Kota Tebing Tinggi di sepanjang pinggiran aliran Sei Padang, Jumat (27/11/20220) subuh.
Pantauan di lapangan, banjir terjadi di Kota Tebing Tinggi meliputi di lima wilayah Kecamatan khususnya pemukiman warga di pinggiran aliran sungai. Bahkan ketinggian air mencapai hingga satu meter lebih, diantaranya di Kampung Semut, Kelurahan Bandar Utama, Kota Tebing Tinggi.
Akibat banjir, ribuan warga yang takut luapan air akan semakin tinggi berupaya untuk menyelamatkan barang-barang miliknya diungsikan ke rumah tetangga atau keluarga yang kediamannya tidak terkena banjir. Sementara para pedagang kaki lima biasanya membuka lapak di seputaran Pasar Inpres, tepatnya dipinggir aliran Sei Padang tidak ada berjualan akibat banjir.
"Luapan air Sei Padang mulai memasuki pemukiman warga disekitar Kelurahan Sri Padang, Kelurahan Badak Bejuang, Kelurahan Bandar Utama dan beberapa ruas Jalan yang ada disekitarnya sekitar pukul 03.00 WIB. Namun yang paling parah banjir setinggi satu meter terjadi di daerah Lingkungan III Kampung Semut, Kelurahan Bandar Utama," kata salah seorang warga Kampung Semut, M Siregar.

Luapan Sungai Sei Padang menggenangi rumah warga. PALAPAPOS/Ronald Pasaribu
M Siregar juga mengungkapkan hampir setiap akhir tahun, banjir kiriman dari hulu sungai Sei Padang melanda pemukiman warga di pinggiran aliran sungai.
"Sudah langganan bagi warga disini, bila intensitas hujan di hulu sungai tinggi hingga berhari-hari, kami terkena banjir dan terpaksa harus mengungsi," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Pemko Tebing Tinggi masih memasang tenda-tenda pengungsian bagi warga, dan luapan air menggenangi rumah warga tampak belum juga surut. (nal)
Editor: Oloan Siahaan





Comments
Leave a Comment