Wakil Bupati Taput Sarlandy Hutabarat saat menyampaikan nota keuangan tentang Rancangan APBD Taput tahun 2021 kepada pimpinan DPRD Taput. PALAPAPOS/Hengki Tobing
TAPANULI UTARA - Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Rabu (20/1/2021) memberikan tanggapan dan jawaban pemandangan Fraksi-Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2021 dalam rapat paripurna di gedung DPRD Taput.
"Terima kasih kepada Fraksi DPRD Taput atas saran agar Pemkab Taput dapat mempedomani tahapan penyusunan APBD sebagaimaa ketentuan peraturan. Kami sampaikan, bahwa penyusunan APBD 2021 secara nasional mengalami keterlambatan yang diakibatkan pandemi Covid-19. Kedepan hal ini akan menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Taput dengan tetap berpedoman kepada ketentuan dan peraturan," jawaban Bupati Nikson yang dibacakan Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat.
Selanjutnya, juga disampaikan, terkait dengan pembangunan daerah-daerah terpencil sudah menjadi prioritas Pemerintah, khususnya seperti desa tertinggal Pardomuan Nauli dan Siantar Naipospos. Dalam sektor peningkatan pendapatan daerah, langkah yang sudah dilakukan meliputi intensifkasi dan ekstensifikasi pajak daerah dan retribusi daerah berdasarkan potensi-potensi yang ada. Termasuk juga meningkatkan kordinasi kerjasama dengan perusahaan meningkatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
"Terkait dengan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sebagaimana namanya adalah untuk pemulihan nasional. Mekanisme pengembalian dengan pemotongan Dana Transfer Umum dimulai tahun 2022. Lama pinjaman delapan tahun dengan bunga nol persen," jelas Bupati.
BACA JUGA: Wakil Bupati Sampaikan RAPBD Taput Tahun 2021
Di sektor kesehatan, Pemkab Taput tetap memperhatikan keselamatan petugas kesehatan dalam menangani Covid-19. Di sektor pertanian, peningkatan produksi padi sawah melalui penerapan intensitas pertanaman padi dua kali setahun akan ditingkatkan dan perluasan lahan serta usaha lainnya untuk meningkatkan produksi hasil pertanian.
Dalam hal pengembangan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) telah dianggarkan agar menerima bantuan. Sebanyak 4.104 petenun akan mendapatkan bantuan benang pada tahun 2021.
“Di tahun ini juga, akan dibangun sumber air minum baku dari Aek Butar Sipoholon sehingga dapat mengatasi masalah kekurangan air minum untuk Kecamatan Tarutung, Siatas Barita dan Sipoholon," katanya.
Sebelumnya, sejumlah Fraksi DPRD Taput seperti Fraksi PKB, Fraksi Golkar, Fraksi NasDem, Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan pemandangan umum atas Rancangan APBD Taput tahun 2021 dalam rapat paripurna di gedung DPRD Taput, Selasa (19/1/2021).
Selanjutnya pemandangan Fraksi-Fraksi tersebut dijawab Bupati Taput. Paripurna tentang Rancangan APBD Taput 2021 akan dilanjutkan, Kamis (21/1/2021) dengan agenda pendapat akhir Fraksi.
Untuk diketahui, dalam Rancangan APBD Taput tahun 2021, pendapatan daerah sebesar Rp 1.338.912.320.845,00. Sementara belanja daerah sebesar Rp 1.489.078.317.349.00. (eki)





Comments
Leave a Comment