Bupati Taput Nikson Nababan. PALAPAPOS/Alpon Situmorang

TAPANULI UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) akan memberikan bantuan ternak babi ke Kelompok Tani (Poktan). Pemberian bantuan ternak untuk mengantisipasi kelangkaan daging babi di Tapanuli Raya terkhusus di Taput.

Selain itu, pemberikan ternak juga wujud Pemkab Taput menekan harga daging babi saat ini melambung tinggi di daerah Sumatera Utara (Sumut) pasca virus Hog Cholera. Virus tersebut membuat peternak babi trauma memelihara ternak yang kerap digunakan dalam acara adat Batak.

“Benar, tahun ini kita akan memberikan bantuan ternak babi kepada Kelompok Tani, apalagi saat ini warga tidak ada memelihara ternak babi pasca diserang virus Hog Cholera," kata Bupati Taput Nikson Nababan kepada palapapos.co.id, Rabu (20/1/2021) malam.

Bupati menyebutkan, bantuan yang akan diberikan bukan ternak anakan, tapi berupa indukan.

“Kita akan berikan induk babi agar dikembangbiakkan, dan anakannya bisa dipelihara anggota Poktan," sebut Bupati.

Lanjut Bupati, Pemkab Taput telah menyiapkan anggaran APBD sekitar Rp 200.000.000 khusus bantuan ternak babi indukan.

“Kita belum berani masif menampung anggaran untuk bantuan ternak babi karena virus tersebut. Selama ini bantuan kita alihkan ke Poktan berupa ternak kambing dan itik," ungkapnya.

Bupati Taput melanjutkan, Instruksi Gubernur Sumut yang dikeluarkan 7 Oktober 2020 mengenai ternak babi sampai saat ini belum juga ditarik atau dicabut.

“Saya sudah layangkan surat ke Pak Gubsu agar Instruksi itu dicabut. Kalau sudah dicabut baru kita mengambil langkah menekan harga daging babi dan masif membantu peternak,” tandas Bupati. (als)

Comments

  • Lauricen sihite.

    3 years ago

    saya sbagai masyarakat Tarutung Taput sangat prihatin tentang kapasitas peternakan babi lokal yg blum ter'interaksi dari pemda ke masyarakat secara maximal penanggulangan ternak babi yg dibutuhkan masyarakat tersebut, dn penyuluhan dri pihak2 pemda khususnya bagian petrnakan kurang peduli perombakan/putaran ekonomi daerah/lokal. pertanyaanya adalah sbb : bagaimana masyarakat mmberikan tanggung jawabnya ke pemda (pajak daerah) klo penghasilan ekonominya sangat dilema dlm pertahunnya ?.

    Replay

Leave a Comment

Berita Lainnya

Rombongan Satika - Sarlandi Diumpat Dengan Kata Kotor dan Diduga Akan Diserang, Bentrok Pun Terjadi

TARUTUNG - Polres Tapanuli Utara (Taput) diminta mengusut tuntas dalang atau aktor intelektual dibalik kerusuhan di Kecamatan Simangumban dan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Uta

Satika Desak Polres Taput Tangkap Pelaku Penyebaran Selebaran Pornografi Untuk Memfitnahnya

TAPANULI UTARA -  Calon Bupati Tapanuli Utara (Taput), Satika Simamora, mendesak Polres Taput segera menangkap terduga pelaku penyebaran selebaran fornografi hoaks yang d

Masyarakat Purbatua Kepemimpinan Nikson Nababan Perlu Dilanjutkan Satika- Sarlandy

TAPANULI UTARA — Kepemimpinan Nikson Nababan sebagai Bupati Tapanuli Utara (Taput) dianggap perlu dilanjutkan oleh sosok bersih, jujur, dan peduli terhadap masyarakatnya

Tokoh Agama Serukan Agar Masyarakat Menjaga Pilkada Tapanuli Utara Berjalan Dama

TAPANULI UTARA - Menjelang Pilkada  tahun 2024 di Tapanuli Utara yang ikuti 2 (dua) pasangan calon, yaitu Satika-Simamora - Sarlandy Hutabarat dengan nomor urut 1 (satu)

Sukur Nababan: Kabupaten Taput Harus Dipimpin Sosok Bersih dan Jujur

TAPANULI UTARA— Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sukur H Nababan, memimpin langsung pemenangan pasangan Calon Bupati dan Wa

Kapolri Harus Turun Tangan, Peredaran Narkoba di Taput Semakin Resahkan Masyarakat

TARUTUNG — Peredaran narkotika beberapa tahun belakangan ini semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Warga menyebut, salah satu bandar narkoba terbe