Sekretaris DPD KNPI Kota Bekasi Deni Ardini. PALAPAPOS/Reza Aulia
BEKASI - Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bekasi telah merampungkan suksesi kepengurusan. Tim formatur memilih sosok muda Deni Ardini segudang prestasi menjabat Sekretaris KNPI mendampingi Mardani Ahmad menakhodai wadah organisasi kepemudaan di Kota Patriot.
Deni lahir di Bekasi 1 Juli 1989 berasal dari Kayuringin, Bekasi Selatan merupakan putra daerah asli Bekasi. Sejak kecil ia tumbuh di lingkungan Betawi di kampung Kayuringin, dengan pendidikan dasar dilalui di SDN Kayuringin Jaya XIV, kemudian dilanjutkan pendidikan menengah pertama di SMPN 4 Kota Bekasi, dilanjutkan ke SMKN 1 Kota Bekasi Jurusan Permesinan.
Lulus dari SMK, Ketua Umum Forum Pelajar Muslim se-Bekasi (FPMB) itu tidak langsung melanjutkan kejenjang pendidikan lebih tinggi karena faktor ekonomi.
Menabung, bekerja di perusahaan milik Asing (Jepang) sebagai staf purchasing selama dua tahun, akhirnya Deni dapat melanjutkan pendidikan di Universitas BSI dari hasil keringatnya sendiri.
"Pergi setelah subuh, pulang di atas jam 10 malam, begitu setiap hari. Pulang nguli, lanjut ngampus," kata Deni, Senin (25/1/2021), menceritakan rutinitasnya bekerja sambil mengenyam pendidikan jurusan Manajemen Informatika.
Aktif di kampus, Deni dipercayai sebagai Menteri Sosial-Politik di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) BSI hingga menjadi delegator kampus bergabung dalam BEM Seluruh Indonesia.
Selama bergabung di BEM SI, Deni berkesempatan berkeliling ke beberapa daerah di Indonesia dan setiap pulang dari daerah selalu mendapatkan buah tangan dari daerah berupa kuliner maupun kerajinan tangan.
Sebagai putra daerah asli Bekasi dengan lingkungan Betawi kental, ia mulai merasakan kegelisahan jika sahabat dari luar daerah datang ke Bekasi.
"Bingung, mau ngasih apa oleh-oleh dari Bekasi," ungkapnya.
Menjawab kegelisahan tersebut, Deni mendirikan usaha oleh-oleh khas Bekasi dengan brand ‘Mpok Nini’ menjual aneka makanan khas Betawi Bekasi. Ia mengawali penjualan secara online melalui website OlehOlehBekasi.com dan sosial media facebook beriringan menjamurnya bisnis toko online.
Bermodal Rp300 ribu, Deni mulai berkolaborasi dengan ‘Mpok Nini’, sang Ibu yang setiap pagi berjualan aneka kue khas Bekasi di depan rumah, dan menitipkan ke warung nasi uduk di sekitar Kayuringin.
Kue akar kelapa dan kembang goyang yang biasa hanya ada di bulan Ramadhan mulai diproduksi, dikemas dan di-branding secara modern.
"Alhamdulillah, sekarang gak bingung lagi cari oleh-oleh khas Bekasi, tinggal buka google ketik oleh-oleh Bekasi langsung keluar Mpok Nini, ready stock setiap hari tinggal pesan online lalu diantar sampai tujuan atau datang saja ke Kayuringin" tutur Deni.
Dibantu delapan orang karyawannya, setiap hari owner CV Betawi Punya Rasa itu memproduksi aneka makanan khas bekasi seperti dodol Betawi, akar kelapa, kembang goyang, biji ketapang, rengginang dan minuman khas Betawi bir pletok.
Selain sebagai pengusaha kuliner Bekasi, pria berusia 31 tahun itu juga memiliki situs berita media lokal di Bekasi. Founder dari InfoBekasi.co.id memberikan pelatihan digital marketing untuk anak muda baik mahasiswa maupun pelajar dan remaja lingkungan.
"Tren sekarang semua go online, jadi anak muda harus kuasai tekhnologi, apalagi di masa pandemi. Pasar online makin membesar, kita jangan hanya jadi penonton di tengah kemajuan zaman," ungkap Deni yang Dirut PT Sahabat Asyik Indonesia.
Menurut ayah tiga anak itu, pengembangan SDM pemuda dan penguatan ekonomi kreatif di Kota Bekasi akan menjadi program prioritasnya di kepengurusan DPD KNPI periode 2021-2024. Sesuai arahan Ketua Umum Mardani Ahmad dan amanah Musda VI program kerja akan mengacu penguatan SDM pemuda sehingga bisa menguasai pasar kedepan.
Wakil Ketua Gerakan Persaudaraan Pemuda (GEMA) Keadilan itu meyakini, dengan SDM terbaik pemuda serta kolaborasi anak muda dan dukungan penuh Pemerintah Kota Bekasi, masa depan pemuda akan makin gemilang.
"Kesempatan datang pada orang yang siap. Pemuda harus siap, kuat dan kreatif dalam menghadapi masa sulit, serta mengubah ujian menjadi peluang," tutupnya. (rez)





Comments
Leave a Comment