Ketua Umum Horas Bangso Batak (Ketum HBB) Lamsiang Sitompul. PALAPAPOS/Alpon Situmorang
TAPANULI UTARA - Ketua Umum DPP Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga keutuhan Negara Kesatun Republik Indonesia (NKRI) dengan memelihara dan memupuk kebersamaan dalam bingkai keberagaman.
Hal itu dikatakan Lamsiang Sitompul terkait postingan yang dianggap rasis dalam akun Facebook bernama Ambroncius Nababan terhadap eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.
“Semua pihak agar dapat menyikapi dengan hati yang dingin. Apabila dianggap sudah merugikan orang lain sebaiknya diproses secara hukum karena semua orang sama di depan hukum, dan biarlah hukum bertindak terhadap setiap tindakan menyimpang atau melanggar,” kata Lamsiang, Senin (25/1/2021) via selular terkait postingan di media sosial menuai tanggapan dari berbagai pihak termasuk Kemenkumham Mahfud MD.
"Ini adalah masalah statemen pribadi, harus kita sikapi dengan pikiran terbuka. Disisi lain, kita sangat menyesalkan postingan tersebut. Semestinya, setiap orang harus menjaga keberagaman yang dimiliki bangsa ini. Tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan bisa melukai kebersamaan dalam bingkai keberagaman," sambung Lamsiang.
Lamsiang juga mengajak seluruh warga Indonesia tidak menjadikan postingan dianggap rasis itu sebagai alasan untuk mengabaikan pentingnya menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.
"Sebagai warga negara yang taat hukum, saya mengimbau pemilik akun Ambroncius Nababan untuk segera melakukan klarifikasi dan permintaan maaf kepada Natalius Pigai, dan pihak-pihak yang ikut tersinggung juga merasa dirugikan dengan postingan itu," ujar advokad kondang itu.
Terkhusus warga masyarakat Batak dimana pun berada, Lamsiang meminta agar selalu menjaga ketertiban untuk menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan NKRI. Terutama dalam mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bisa menyinggung pihak lain.
"Mari cerdas menggunakan media sosial. Media sosial bisa menjadi wadah yang baik maupun buruk untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Semua tergantung pengguna media sosial itu sendiri," pintanya.
Lamsiang juga mengingatkan, sudah banyak contoh terjerat hukum akibat penyalahgunaan media sosial.
"Kita harap proses hukum ditegakkan, tanpa membeda-bedakan siapapun. Terutama dalam menjaga keutuhan NKRI dan mencerdaskan setiap warga negara," harapnya.
Sebelumnya, Drs. Ambroncius I.M Nababan, MM menuliskan klarifikasi, Minggu (24/1/2021).
Tulisan yang beredar itu berisikan penyesalan dari pemilik akun atas postingan tersebut. Bahkan mengakui postingan dan mengatakan tidak bermaksud menyinggung masyarakat Papua melainkan untuk pribadi yang menyatakan menolak divaksin. (als)
Berikut klarifikasi beredar di dunia maya:
Klarifikasi dari Drs. Ambroncius I.M Nababan, MM dengan Oknum Yang Menolak Vaksin Sinovak. (Sdr. Natalius Pigai )
Bersama ini Saya Klarifikasi sbb :
1. Memang benar saya yang posting di FB pribadi saya tentang menanggapi berita oknum ( Sdr.Natalius Pigai ) yang menolak Vaksin Covid 19 Merk Sinovak dan menyatakan di media bahwa oknum tersebut tidak percaya pada vaksin Sinovak yang disuntikkan ke Presiden RI dan memilih untuk membeli vaksin merk lain dari luar negeri.
2. Membaca tulisan tersebut. Hati saya sangat marah, karena begitu teganya ia menyerang Jokowi disaat Presiden ingin membuktikan kepada rakyat Indonesia bahwa vaksin Sinovak ini aman dan Halal untuk disuntik ke tubuh manusia.
Memang hak azasi semua orang menolak divaksin, tapi jangan ikut memprovokasi orang lain dengan narasi yang dibangun seakan-akan vaksin Sinovak ini tdk aman buat manusia.
3. Jadi postingan saya pribadi kepada oknum tersebut hanyalah kritik untuk pribadi oknum tersebut dan bukan ditujukan ke masyarakat Papua.
(Walau kritik saya tersebut sangat tajam, agar oknum tersebut jangan sampai memprovokasi rakyat untuk menolak di vaksin Sinovak, itulah tujuan saya.)
4. Dalam hal ini sebelumnya saya memohon maaf kepada masyarakat Papua, mungkin ada yang tersinggung dan menganggap saya menghina masyarakat luas apalagi melakukan rasis. ( Ini sangat tidak mungkin saya lakulan, karena saya juga sudah diadati di Papua dan diangkat sebagai anak Papua dengan acara Lompat Piring dan Bakar Batu di Kabupaten Kerom dan Jayapura Papua, jadi tdk mungkin saya melukai hati masyarakat Papua yang sangat saya cintai. Ini hanya terhadap oknum ketepatan ia anak Papua juga). Ini benar-benar ditujukan hanya kepada oknum tersebut, bukan kepada masyarakat Papua secara keseluruhan.
5. Saya benar-benar dengan hati yang tulus memohon maaf kepada masyarakat Papua. Mohon hal ini tidak menjadilan kita jadi salah pengertian. Dan mudah-mudahan hal ini dapat dimaklumi dan dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya buat saya.
6. Saya akan tetap bertanggung jawab, bila oknum tersebut ingin menggugat saya secara hukum, saya tidak akan lari. Saya tetap bertanggung jawab kepada oknum tersebut bila saya dianggap salah dan melanggar hukum.
Tapi intinya saya tidak ada maksud sedikitpun utk melukai hati masyarakat Papua. Untuk itu kepada saudara saya masyarakat Papua, agar dapat memaafkan saya. Terima kasih.





Comments
Leave a Comment