Ilustrasi. PALAPAPOS/Istimewa
BEKASI - Kota Bekasi kini menjadi spot atau tempat nongkrong anak-anak muda Jakarta dampak pembangunan dan pertumbuhan ekonomi era pemerintahan Rahmat Effendi dua periode sebagai Wali Kota Bekasi.
Nuansa pembangunan tidak hanya berorientasi fisik semata, juga pemenuhan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan keran investasi terbuka bagi siapa saja. Alhasil, rupa Kota Bekasi kini kian mirip dengan Jakarta.
Ketua GEMA MKGR Kota Bekasi Syahrul Ramadhan mengatakan, pembangunan adalah upaya multidimensional meliputi perubahan berbagai aspek kehidupan, yang harus meliputi empat unsur, yakni produktivitas, ekuitas, kesinambungan dan perberdayaan. Dari keempat aspek tersebut, Syahrul menilai, Kota Bekasi telah menjalankan seluruh tujuan dari pembangunan.
"Grafik kemajuan Kota Bekasi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang drastis, salah satu indikatornya adalah kian ramainya warga ibukota Jakarta yang berkunjung ke beberapa spot atau tempat menarik di Kota Bekasi. Di Bekasi Selatan (Grand Galaxy), Bekasi Barat (Kota Harapan Indah), Bekasi Timur (sekitaran Mekarsari) dan Bekasi Utara (Summarecon). Jika dulu keramaian bisa dijumpai dalam car free day di Jalan Ahmad Yani, kini budaya nongkrong anak muda Jakarta bergeser ke Bekasi, yang terbagi dalam empat wilayah," kata Syahrul kepada palapapos.co.id, Kamis (28/1/2021).
BACA JUGA: Gema MKGR Dukung Ade Puspitasari Maju Calon Wali Kota Bekasi 2023
Lebih jauh, Syahrul menuturkan, salah satu area menjadi spot menarik di Kota Bekasi, yakni area niaga di seputaran Grand Galaxy City, Bekasi Selatan. Menjamurnya kedai kopi dan kafe dengan desain unik serta instagramable, jadi daya tarik untuk kebutuhan tampilan media sosial para milenial Jakarta, hingga membuat wilayah tersebut dijuluki Kemang-nya Bekasi, merujuk pada wilayah serupa di Jakarta Selatan.
"Pembangunan sarana infrastruktur dan transportasi dinilai memiliki peran untuk kemudahan akses siapapun yang berkunjung ke Kota Bekasi. Selain itu, daya tarik yang membuat milenial Jakarta memilih menghabiskan waktu di Kota Bekasi yakni ketersediaan fasilitas penunjang seperti hotel, apartemen dan pusat perbelanjaan. Sederhananya, tidak perlu jauh-jauh ke Senayan untuk sekedar mencicipi sate Taichan, jika di Grand Galaxy juga ada, sama persis rasanya," ujarnya.
Terpisah, salah seorang warga Pondok Kelapa, Jakarta Timur, M. Yunus mengungkapkan alasannya menjadikan Kota Bekasi sebagai destinasi nongkrong bersama relasi maupun sahabatnya. Diakuinya, banyak spot menarik tidak hanya untuk sekedar wisata kuliner, tetapi untuk aktivitas olahraga seperti bersepeda juga bisa dilakukan di Kota Bekasi.
"Banyak pilihan trek bersepeda di Kota Bekasi yang tidak terganggu lalu lalang kendaraan dibanding harus pergi ke Senayan. Tidak hanya itu, sehabis bersepeda kita bisa dengan mudan mencicipi kuliner di area Summarecon Bekasi atau Kota Harapan Indah. Untuk akses jalan, sejauh ini mudah dan sudah tidak ada jalan berlubang di Kota Bekasi meski kini sedang musim hujan. Intinya, Kota Bekasi kini jauh banyak berubah," kata M. Yunus. (rez)





Comments
Leave a Comment