Kaum Milenial Indonesia menyelenggarakan webinar menghadirkan berbagai narasumber membahas pengusulan Universitas Negeri Tapanuli Raya. PALAPAPOS/Alpon Situmorang
TAPANULI UTARA – Transformasi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara ke Universitas Negeri Tapanuli Raya (UNTARA) mendukung sumber daya manusia (SDM) berkualitas.
Demikian disampaikan peserta web seminar (webinar) bertajuk ‘Surat Usul Pendirian Universitas Negeri Tapanuli Raya Telah Diterima Oleh Presiden, Bagaimana Langkah Selanjutnya?’ yang diselenggarakan Kaum Milenial Indonesia Wilayah Tapanuli Utara (Taput), Rabu (24/2/2021).
Webinar mengundang berbagai narasumber membedah keberadaan Universitas Negeri di Tapanuli Raya yang masih dalam proses persetujuan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Narasumber diantaranya Guru Besar Fisip USU Marlon Sihombing, Direktur Kelembagaan Kemendikbud RI Ridwan Anzib, perwakilan PT Sucofindo Vera Lumban Tobing, Wakil Bupati Tapanuli Utara Sarlandy Hutabarat, serta Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI Thomas Pentury pada dasarnya menyampaikan gagasan dan pemikiran terkait UNTARA.
Founder Kaum Milenial Indonesia Swangro Lumban Batu dan dipandu moderator Novia Adventy Juran membuka webinar dengan sajian materi dan gagasan konstruktif terhadap pembangunan kualitas sumber daya manusia di Tapanuli Raya.
Wakil Bupati Taput Sarlandy Hutabarat berpendapat, Pemkab berharap, kedepan Tapanuli Raya khususnya Tapanuli Utara menjadi lumbung SDM berkualitas.
“Mahasiswa asal Tapanuli Raya itu cerdas, sayang kalau tidak kita bina dan kembangkan. Kehadiran Universitas Negeri di Tapanuli Raya diharapkan mendorong upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Tapanuli Raya," kata Sarlandy Hutabarat.
Senada dengan Wabup, perwakilan PT Sucofindo Vera Tobing menuturkan, UNTARA nantinya akan memperkaya keilmuan yang sudah dimiliki oleh IAKN.
Vera Tobing menjelaskan, transformasi IAKN menjadi UNTARA akan melibatkan beberapa kabupaten di Tapanuli Raya, seperti pendirian Fakultas Kehutanan di Tapanuli Selatan, Fakultas Kedokteran di Tapanuli Utara, Pariwisata di Kabupaten Samosir, Perikanan di Sibolga, Kemaritiman di Tapteng, Pertanian di Humbahas.
“Ini akan menjadi universitas yang relevan dengan kebutuhan masa kini didukung topografi wilayah serta keunggulan kabupaten-kabupaten di Tapanuli Raya. Kajian akademis pendirian UNTARA telah kita lakukan secara ilmiah berdasarkan data primer dan sekunder," kata Vera.
Guru Besar USU Marlon Sihombing berharap UNTARA suatu kebutuhan yang harus segera direalisasikan mengingat kehadiran UNTARA banyak memberikan multi effect terhadap Tapanuli Raya, mulai dari peningkatan kualitas SDM, peningkatan ekonomi masyarakat, dan mendorong kualitas pendidikan menjadi lebih baik.
“Sudah saatnya Universitas Negeri Tapanuli Raya hadir di Tapanuli. Selama ini mahasiswa asal kabupaten/kota di Tapanuli melanjutkan pendidikan di luar Tapanuli bahkan di luar Sumatera. Kehadiran UNTARA pasti akan mendorong putra putri asal Tapanuli melanjutkan pendidikan di Tapanuli, dan UNTARA juga nantinya akan kita padukan dengan kearifan lokal," kata Marlon Sihombing.
Dirjen Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama (Kemenag) RI Thomas Pentury berpendapat semua elemen harus sepakat ke mana arah tujuan berdirinya sebuah Universitas Negeri.
“Lembaga pendidikan yang dibangun harus memiliki kualitas baik, usaha transformasi juga harus melahirkan perluasan keilmuan dengan mengedepankan prinsip akuntabel, transparan, berbasis data dan kajian ilmiah serta menciptakan SDM yang berkualitas. Tantangan dunia modern membutuhkan kehadiran ilmu agar intelektual/akademisi dan praktisi maupun pemuka agama Kristen terampil menggunakan pendekatan ilmu multidisiplin, interdisipliner, dan transdisipliner," kata Thomas.
Thomas mengaku telah membaca proposal pendirian UNTARA yang disampaikan Pemkab Tapanuli Utara.
“Memang UNTARA akan relevan dengan kebutuhan Tapanuli Raya jika melibatkan kabupaten/kota di Tapanuli dalam pendiriannya,” tegasnya.
Dirjen Bimas Kristen sebuat Thomas memiliki isu strategis dan rencana kerja tahun 2021-2025 antara lain perumusan visi baru, transformasi kelembagaan perguruan tinggi, penerapan manajemen kinerja, dan penyederhanaan birokrasi layanan.
Sementara Direktur Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI Ridwan Anzib menyampaikan, perguruan tinggi didominasi oleh perguruan tinggi swasta jumlahnya mencapai 4200 lebih. Sedangkan perguruan tinggi negeri di bawah Kemendikbud masih berjumlah 122 dan 109 perguruan tinggi di bawah kementerian agama.
“Kehadiran Universitas Negeri di Tapanuli Raya nantinya akan memberikan multi effect terhadap kawasan Tapanuli Raya. Kita berharap UNTARA ketika sudah disetujui oleh Presiden diperluas disiplin keilmuan dan pengembangan keilmuan di Tapanuli Raya," sebut Ridwan Anzib.
Doni Rahmadi Butarbutar mengucapkan terima kasih kepada narasumber, moderator, peserta dan semua yang terlibat pelaksanaan webinar.
“Kaum Milenial Indonesia berharap webinar ini menjadi referensi konstruktif dalam upaya pengembangan SDM. Kita harus dukung pendirian UNTARA demi Tapanuli Raya hebat,” kata Doni menutup webinar. (als)





Comments
Leave a Comment