Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba , Tapanuli di Sumatera Utara (IST)
JAKARTA – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memerikan perhatian khusus dalam penanganan delapan danau kritis mengembalikan fungsi tampungan air.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam penyelamatan danau kritis di Indonesia ditempuh melalui kegiatan struktural dan non struktural.
“Agar kedua kegiatan tersebut segera teralisasi dibuthkan sinergitas antara Pemerintah Pusat dan Daerah, akademisi, komunitas, dan masyarakat,"ungkap Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (12/3/2021).
Tahun anggara (TA) 2020 Kementerian PUPR merevitalisasi delapan danau kritis terdiri dari enam Danau Super Prioritas yakni Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Maninjau di Sumatera Barat, Danau Rawa Pening di Jawa Tengah. Danau Tondano di Sulawesi Utara, Danau Limboto di Gorontalo, dan Danau Tempe di Sulawesi Selatan. Sedangkan dua Danau Prioritas yakni Danau Poso di Sulawesi Tengah dan Danau Sentani di Papua.
Pertama, penanganan terhadap Danau Toba di Sumatera Utara pada TA 2020 dilakukan Preparation of Water Resources Strategic Implementation Plan for Priority Lake - West Region. Kemudian pelebaran Alur Tano Ponggol di Kabupaten Samosir dan dilanjutkan pada TA 2021.
Kedua Danau Maninjau di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat juga dilakukan Preparation of Water Resources Strategic Implementation Plan for Priority Lake - West Region. Ketiga Danau Rawa Pening di Jawa Tengah dengan volume tampung 48,15 juta m3 dan luas 1.850 hektar.
Keempat Danau Tempe di Sulawesi Selatan telah dikerjakan sejak 2018. Kelima Danau Limboto di Gorontalo yang memiliki volume tampung 75 juta meter kubik dan luas 3.000 hektar. (ant/red)





Comments
Leave a Comment