Ketua YKI Taput Satika Simamora saat memotivasi dan memaksa Senti Simanjuntak melakukan kemoterapi, Rabu (17/3/2021). PALAPAPOS/Alfonso Situmorang
TAPANULI UTARA - Senti Simanjuntak pengidap kanker payudara stadium akhir menangis mengingat kebaikan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Tapanuli Utara (Taput) Satika Simamora.
Ibu berusia 38 tahun tersebut tak kuasa menahan tangis saat menerima bantuan kedua kali atas nama Yayasan Kanker Indonesia serta bantuan pribadi Satika Simamora, Rabu (27/3/2021).
Duduk di ruang utama rumah beralaskan tilam, Senti Simanjuntak didampingi ketiga anaknya masih kecil meminta agar didoakan Istri Bupati.
Sang suami Jhon Ritman Sitompul terlihat sesekali mengusap punggung istrinya. Warga Desa Selamat, Kecamatan Purbatua tersebut semakin terenyuh ketika mendengar akan difasilitasi kemoterapi di Medan.
“Saya harus ngomong keras kali ini sama Ibu, harus mau dikemoterapi, kalau Ibu mau hidup. Lihat anak-anakmu masih kecil dan butuh kasih sayangmu," tegas Satika Simamora.
BACA JUGA: Duduk di Kursi Roda, Bocah Penderita Lumpuh Tersenyum Dapat Bantuan dari Satika Simamora
Satika mengatakan, saat pertama kali mengirimkan bantuan pengobatan melalui Camat Purbatua Nelson Manurung, Senti Simanuntak akan menjalani kemoterapi.
“Saya pikir sudah kemo, ternyata belum. Ini Bu kalau tidak dikemo sel kankernya tidak akan mati. Kalau pengobatan herbal itu hanya memulihkan sel yang mati tapi bisa membuat penyebarannya lebih ganas lagi," jelas Satika.
Satika bahkan meminta Camat dan Kades Selamat segera memasukkan Senti Simanjuntak dalam daftar akan dibawa kemoterapi.
“Saya akan fasilitasi ke Medan kemoterapi. Punya BPJS, kan tidak perlu lagi bayar mahal. Intinya kita harus disiplin, dan jangan sepele kepada penyakit kanker," ujarnya.
Mendengar niat tulus Satika Simamora, Senti Simanjuntak sontak menangis haru.
“Bu, saya menyampaikan terima kasih atas kebaikan Ibu. Semoga Tuhanmembalas segala kebaikan Ibu,” kata Senti.
Dalam kesempatan itu, Satika Simamora menyerahkan bantuan beras, gula, susu, minyak goreng, masker, kalender serta uang tunai.
Penulis: Alfonso Situmorang
Editor: Oloan Siahaan





Comments
Leave a Comment