Aprilia Yosi Tambunan balita usia tiga tahun saat dipangku Ibunya Netti Simamora mendapat saran pengobatan dari Ketua YKI Taput Satika Simamora, Kamis (25/3/2021). PALAPAPOS/Alfonso Situmorang
TAPANULI UTARA – Aprilia Yosi Tambunan (3) penderita kulit tubuh mengelupas seperti bisul membuat empati Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Taput Satika Simamora saat mengkahiri kunjungan sosial di Desa Sigotom Julu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis (25/3/2021).
Aprilia buah hati pasangan Umar Wirahadi Tambunan dan Netti Suriani Simamora saat itu terlihat cengeng akibat penyakit di deritanya. Satika sontak menanyakan kepada Ibunya terkait kondisi Aprilia.
Sang Ibu menceritakan, anaknya sudah mengalami kulit terkelupas sejak dilahirkan. Menurut Netti, tindakan medis telah mereka upayakan, akan tetapi tubuh Aprilia tidak mampu menerima pengobatan maksimal.
“Kami sudah berobat hingga ke dokter Sasmito Bu, kata dokter ada virus dalam tubuhnya membuat kulitnya terkelupas. Sekali tiga hari kami harus memberikan obat agar anak saya bisa tidur akibat badannya gatal semua," kata Netti.
Selain itu sebut Netti, beraragam pengobatan menyebutkan anaknya rentan alergi.
“Kami merasa sangat kasihan melihat kondisi anak kami ini. Dia sulit tidur akibat sekujur tubuhnya mengelupas," sebutnya.
Mengetahui informasi tersebut, Kepala Puskesmas Pangaribuan turut saat itu diminta Satika Simamora memantau kondisi Aprilia.
“Saya tadi dengar sang anak belum ada BPJS, tolong dibantu urus ya," pinta Satika kepada Kepala Desa dan Kepala Puskesmas.
Setelah itu, Satika mengharapkan agar sang anak dicek darahnya.
“Dicek dulu darahnya sehingga tahu apa yang membuat tubuhnya seperti itu. Jangan ditunggu lama nanti semakin berbahaya, mumpung dia lagi kecil," kata Satika.
Selain itu, Satika menyarankan pengobatan herbal yakni Propolis.
“Nanti saya kirimkan Propolis untuk dioleskan ke tubuhnya. Mudah-mudahan dia tidak cengeng lagi," ujar Satika seraya menyerahkan bantuan paket sembako serta uang tunai pengobatan Aprilia Yosi Tambunan.
Penulis: Alfonso Situmorang
Editor: Oloan Siahaan





Comments
Leave a Comment