Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan saat menghadiri kegiatan Pemantapan Pemahaman Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara OKP dan Ormas Kota Tebing Tinggi, Jumat (26/3/2021). PALAPAPOS/Ronald Pasaribu
TEBING TINGGI - Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan teknologi informasi tantangan kebangsaan generasi muda baik dari dalam maupun ancaman luar negeri berpotensi menggerus kekuatan kesatuan Republik Indonesia.
Hal itu dikatakan Wali Kota Tebing Tinggi saat menghadiri pembukaan kegiatan Pemantapan Pemahaman Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara OKP dan Ormas Kota Tebing Tinggi Tahun 2021 di Gedung Mangamputua Jalan Dr Hamka Kota Tebing Tinggi, Jumat (26/3/2021).
"Kita ketahui bersama, bahwa paham dan ideologi dari luar negeri seperti liberalisme, kapatalisme, komunis dan radikalisme bercorak agama yang diimpor dari luar menjadi ancaman keutuhan bangsa. Bahaya lainnya adalah berkembangnya paham yang menyuburkan sikap fanatisme sempit, separatisme, radikalisme dan terorisme, paham-paham seperti itu masuk memanfaatkan celah keterbukaan dan kebebasan informasi," kata Wali Kota.
Wali Kota mengungkapkan, masa depan bangsa Indonesia ada di tangan anak-anak muda, kekuatan dan keutuhan bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan kaum muda sedang menempa diri menjadi pemimpin masa depan yang mampu mengaktualisasikan nilai wawasan kebangsaan berpedoman kepada Pancasila UUD 1945 NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
"Untuk itu, pemahaman pada hakikat dari berbangsa tercantum dalam wawasan kebangsaan tersebut harus ditanamkan dalam diri generasi muda sejak dini. Kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk menanamkan dan memantapkan wawasan kebangsaan generasi muda sehingga mampu menjadi patriot menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tandas Wali Kota.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dandim 0204/DS diwakili Kasdim Mayor inf Totok Triyanto, Kaban Kesbangpolinmas Zubair Harahap, Danramil 13/TT Kapten inf Budiono, Danramil 24/TTSB Kapten inf Barus, Kadis PMK Sriwahyuni serta peserta pelatihan bela negara.
Penulis: Ronald Pasaribu
Editor: Oloan Siahaan





Comments
Leave a Comment