Satika Simamora saat berkunjung ke rumah Rando Silitonga di Onan Runggu II Sipahutar yang tengah menekuni usaha jahit menjahit Selasa (30/3/2021). (PALAPA POS /Alpon Situmorang)
TAPANULI UTARA - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tapanuli Utara Satika Simamora bangga melihat rintisan usaha yang dilakukan Rando Silitonga.
Pria berusia 42 tahun tersebut walaupun penyandang Difabel (cacat kaki) tidak menjadikannya patah semangat, namun mampu berkreasi mengembangkan usaha menjahit.
Ditengah agenda selaku ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) turun ke Kecamatan Sipahutar, Satika bangga saat menyambangi usaha Rando di Desa Onan Runggu II.
" Amang (bapak-red) itu salah satu binaan Dekranasda Taput yang telah berhasil mengembangkan usaha kerajinan menjahit," kata Satika Simamora, Rabu (31/3) 2021.
Beberapa waktu lalu, Satika mengungkapkan Rando salah satu penerima bantuan spontanitas berupa mesin jahit dan pelatihan.
" Ini motivasi dan dukungan agar mereka bisa lebih kreatif dan mandiri. Saya berharap agar pengunaan mesin optimal untuk meningkatkan daya saing dan produktifitas," tambahnya.
Satika mengungkapkan, telah melihat proses kinerja Rando yang tergolong kreatif
" Kita motivasi agar karyanya lebih berkembang, dan hasil jahitannya lebih kreatif dan akhirnya lebih diminati konsumen atau pelanggan," ujarnya.
Dari keterangan yang dihimpun, Rando Silitonga pada tahun 1989 saat masih berstatus lajang mengalami kecelakaan di kota Meda, mengakibatkan kaki kiri sebatas lututnya harus di amputasi.
Setelah lama terbaring, Rando yang tidak mengenal rasa putus asa itu, untuk bis amandiri belajar menjahit.
Dan kini Rando dari hasil pernikahannya dengan Julfitri boru Situmeang, dikaruniai dua putri bernama Jeklin dan Jois.
Saat kunjungannya kemaren, Satika memberi bantuan dari Yayasan Kanker Indonesia, berupa beras, susu, minyak goreng, roti, masker dan dana santunan sebagai bentuk kepedulian dan motivasi.
Penulis: Alfonso Situmorang
Editor : Beny Surya





Comments
Leave a Comment