Salah Satu E-Warung yang ada di Desa Bantar Jaya, Kecamatan Pebayuran Tengah.(PALAPAPOS/Hafiz)
BEKASI – Persoalan buruknya kualitas bahan pangan Bantuan social (Bansos) yang terjadi di Desa Bantar Jaya, Pebayuran Tengah, terus mencuat. Distributor beras bantuan pangan non tunai (BPNT) untuk wilayah Desa Bantar Jaya coba memberikan penjelasan soal keluhan masyarakat terkait kualitas beras.
Distributor beras E-Warung, Adi Nugroho memastikan beras yang ia salurkan melalui empat e Warung di Kecamatan Bantar Jaya berkualitas baik. Namun, jika terdapat barang yang buruk saya akan bertanggung jawab.
“Jika ada kendala di lapangan dengan beras baunya menyengat, berkutu, itu berarti kesalahan saya. Yaa nanti dikumpulkan ada berapa yang diretur, nanti saya bawa penggantinya,”katanya Kamis, (10/6/2021).
BACA JUGA: Jika Dibutuhkan, Sekdinsos Kabupaten Bekasi Siap Kasih Keterangan di Kepolisian
Menurutnya, di salah satu dusun Bantar Jaya, beras yang dari dia sempat diperiksa oleh BPD Kabupaten Bekasi. Karena kualitasnya layak konsumsi, maka beras itu lanjut dibagikan ke masyarakat.
“Toh juga sudah pernah diperiksa BPD dan aman-aman aja kok,”tambahnya.
Namun, setelah Bank BNI layangkan surat teguran ke e-Warung di Bantar Jaya, dirinya mengaku beberapa e-Warung yang biasa ia pasok sudah tidak mengambil stock ke pihaknya.
“Sehabis surat teguran dari bank BNI, setidaknya satu e-Warung sudah menganti Supplier-nya. Jadi sudah bukan ke saya lagi,”tukasnya.
Penulis : Hafiz
Editor : Benys





Comments
Leave a Comment