Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Tangerang Utara Himaputra. PALAPA POS/Istimewa

TANGERANG - Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Tangerang, Banten, menanam ribuan pohon mangrove (bakau) di kawasan pesisir untuk menahan gelombang karena belakangan kawasan pantai terkena abrasi akibat ombak tinggi.

"Ini merupakan langkah kecil semoga bermanfaat karena bertujuan untuk kelestarian lingkungan pesisir," kata Ketua Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Tangerang Utara (Himaputra), Ahmad Satibi di Tangerang, Senin (17/12/2018).

Ahmad mengatakan upaya penanaman mangrov tersebut mendapatkan tanggapan positif dari warga sekitar sehingga mereka membantu dan menjaga agar tanaman itu tumbuh subur. Dalam gerakan menanam mangrov itu pihaknya melibatkan siswa SMK V Kabupaten Tangerang agar mereka peduli lingkungan terutama di wilayah pesisir.

Belakangan ini sejumlah desa yang memiliki lahan berada di kawasan pesisir mengalami abrasi akibat ombak tinggi di perairan Laut Jawa. Bahkan tanam produktif terkikis dan sebagian telah menjadi hamparan pasir yang tidak dapat ditanami, ini terjadi di pantai Karang Serang, Kecamatan Sukadiri dan di pantai Ketapang, Kecamatan Mauk.

Pihaknya juga melakukan diskusi dengan para siswa agar mereka dapat mencintai lingkngan pesisir sebelum penanaman mangrov.

Dia menambahkan panjang garis pantai Kabupaten Tangerang 51 km mulai dari Kecamatan Kosambi perbatasan dengan DKI Jakarta hingga ke Kecamatan Kresek, bersebelahan Kabupaten Serang, sebagian terkena abrasi.

Namun sebagian pantai itu mengalami kerusakan karena tidak ada penahan ombak, bahkan tanaman produktif banyak tumbang dan hanyut dihantam derasnya ombak. Hal itu terjadi Ombak menrejang pantai Karang Serang, menyebabkan lapangan bola yang telah berubah menjadi lautan.

Menurut dia, pohon mangrov dapat diharapkan menjadi benteng penahan abrasi karena penahan gelombang lainnya dari turap hancur. Diharapkan bila mangrov tumbuh subur dapat sebagai tempat perkembangbiakan ikan maupun biota laut lainnya.

Demikian pula ikan dan kepiting yang hidup di sela akar mangrov dapat sebagai sumber kehidupan dan menambah pendapatan bagi penduduk sekitar. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Pasca Penjemputan Rizieq Shihab, Angkasa Pura II Benarkan Sejumlah Fasilitas di Terminal 3 Bandara S

TANGERANG - Sejumlah fasilitas di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta (Soetta) rusak pasca membludaknya massa penjemput kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia. Hal itu dibenarkan Corporate Com

Mendagri : Kepala Daerah Terdampak Karhutla Harus Peka Atasi Bencana

TANGSEL - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta kepala daerah yang terdampak kebakaran hutan lahan (karhutla) untuk peka dalam mengatasi bencana asap bersama dengan sejumlah instansi t

Gedung FAH UIN Runtuh Akibat Gempa Ternyata Belum Uji Kelayakan

TANGSEL - Gedung Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang runtuh akibat gempa dengan magnitudo 6,9 yang terjadi di Kecamata

Kota Tangerang Selatan Minta Warga Pendatang Melapor ke RT/RW

TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang Selatan meminta warga pendatang yang ingin tinggal di wilayahnya mengurus administrasi kependudukan, termasuk melapor ke Ketua Rukun Tetangga

Hanya 52 Persen Tamatan SD Tertampung SMP Negeri di Tangerang

TANGERANG - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tangerang, Banten, memastikan hanya sekitar 52 persen tamatan sekolah dasar (SD) yang dapat tertampung pada SMP negeri.

&q

FKUB Tangerang Imbau Warga Jaga Ketenangan Pasca Pencoblosan

TANGERANG - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang, Banten, mengimbau warga untuk dapat menjaga ketenangan pasca pencoblosan pada pemilu 2019 karena belakangan ad