Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari. PALAPAPOS/Istimewa

BANDUNG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat berharap hasil lelang jabatan atau seleksi terbuka pengisian 15 jabatan pimpinan tinggi pratama atau pejabat eselon di Pemerintah Provinsi Jawa Barat benar-benar profesional.

"Yang berharap, yang nanti sore dilantik (Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama) atau pun yang hasil lelang jabatan ini betul-betul sesuai dengan kriteria yang diharapkan dalam memimpin OPD-nya," kata Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, di Bandung, Jumat (4/1/2019).

Menurut dia, jika hasil lelang jabatan profesional maka hal tersebut akan mendukung janji Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil yang akan bekerja "ngabret" di tahun 2019. "Kalau hasilnya sesuai keahlian, kemampuan maka itu kan bisa 'ngabret' juga OPD-nya. Jadi jangan sampai target 'ngabret' atau cepat untuk melakukan visi misi gubernur tidak bisa tercapai kalau yang dihasilkan tidak profesional," tutur Ineu.

Politisi perempuan dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat ini mengatakan, lelang jabatan ini harus benar-benar terbuka jangan sampai hanya pihak tertentu yang bisa mengikuti prosesnya.

"Ya saya berharap, ini kan lelang terbuka. Termasuk ASN yang ada di Jawa Barat yang sudah berkecimpung dibidangnya bisa ikut lelang ini dan saya berharap lelang ini harus benar-benar terbuka," ucap dia.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Didin Supriadin mengatakan, lelang jabatan atau seleksi terbuka untuk pengisian 15 jabatan pimpinan tinggi pratama di Pemerintah Provinsi Jawa Barat jangan sekadar formalitas semata.

Selain itu, Didin juga menuturkan, lelang jabatan tersebut jangan sampai menjadi alat bagi Gubernur Jawa Barat untuk memasukkan "orang-orangnya" ke Pemprov Jawa Barat.

"Intinya lelang jabatan jangan hanya dijadikan sekadar formalitas untuk alat membawa orang-orang di luar Pemprov Jabar. Hal ini mengingat pejabat eselon tiga juga masih banyak yang daftar tunggu dan mereka memiliki kemampuan mumpuni," ujar Didin Supriadin ketika dihubungi melalui telepon di Bandung, Selasa (1/1).

Politikus Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat ini menilai wajar atau sah-sah saja sistem lelang jabatan yang diputuskan Gubernur Jawa Barat untuk menjaring 15 posisi pejabat eselon dua.

"Itu sah-sah saja, enggak ada masalah. Namun, yang terpenting lelang itu dilakukan dengan betul-betul profesional dan harus sesuai dengan aturan yang ada di Badan pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan atau Baperjakat," katanya. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Faisyal Hermawan Gelar Reses TA. 2024-2025

KOTA BEKASI - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Faisyal Hermawan, menggelar kegiatan reses I Tahun Anggaran 2024/2025 di daerah pemilihan (dapil) yang meliput

Berlatar Belakang Artis, Ronal Surapradja Siap Terjun ke Dunia Politik

KOTA BEKASI - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Ronal Surapradja nampak nya sudah mempersiapkan diri dengan matang untuk berkiprah didunia politik. Hal itu terlihat dari keseri

ICMI Usung Lima Program Utama di Bawah Ketua Baru Inayatulah

BOGOR - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Bekasi, Inayatulah mencanangkan lima program prioritas yang akan dilaksanakan organisasi yang dipimpinya den

Nikson Nababan Jalin Silaturahmi Bersama Mahasiswa Perantau Asal Sumatera Utara

BANDUNG - Bupati Tapanuli Utara periode 2014-2024, Nikson Nababan mengadakan acara silaturahmi dan ngopi bareng bersama pemuda dan mahasiswa

Koalisi PKB dan Gerindra Terjadi Se-Jawa Barat

KOTA BEKASI - Terbentuknya koalisi menyambut Pemilhan Kepala Daerah (Pilkada) antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Partai Gerindra sepertinya sudah terjadi secara men

Perkuat Rekomendasi LKPJ, Komisi 3 DPRD Kota Bekasi Datangi Pemrov Jabar

BANDUNG - Guna optimalkan pembahasan LKPJ Kepala Daerah tahun 2023, Komisi 3 DPRD Kota Bekasi melakukan konsultasi kerja dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menen