Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberikan kuliah umum "Indonesia and the World: Future Trajectory Opportunities and Challenges" di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Kamis (17/1/2019). PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut stabilitas politik di Indonesia berjalan baik di tahun politik, dibandingkan dengan negara di kawasan Asia Tenggara atau negara lain, terbukti dengan tidak adanya konflik dalam pelaksanaan pemilu.

"Saya yakin di antara negara-negara ASEAN dan negara lainnya, Indonesia mempunyai stabilitas politik yang baik. Meskipun pemilu ribut di dunia maya, ribut di TV dan sebagainya, tapi tidak ada masalah di lapangan," kata Wapres JK saat memberikan kuliah umum "Indonesia and the World: Future Trajectory Opportunities and Challenges" di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Kamis (17/1/2019).

JK mengatakan euforia pesta demokrasi lima tahunan sekali di Indonesia saat ini lebih terasa di media sosial dan media arus utama seperti televisi. Di lapangan, justru tidak ada keributan akibat keberpihakan politik di Pilpres 2019.

Pilpres dengan dua kubu pasangan calon yang bertarung, namun tidak terjadi konflik, menjadi kunci keberlangsungan demokrasi di Tanah Air, kata Wapres.

"Tidak ada konflik di antara kita semua. Itu modal pokok bahwa demokrasi Indonesia bisa berjalan dengan baik, walaupun juga ada tantangan-tantangan demokrasi yang timbul dari hal-hal tersebut," jelasnya.

Tantangan tersebut terlihat dari tren demokrasi di sejumlah negara maju, seperti Amerika Serikat dan Inggris, yang menurut JK semakin populis. Hal itu antara lain disebabkan oleh timbulnya pesimisme terhadap sistem demokrasi di kalangan masyarakat negara maju.

Fenomena Donald Trump, yang memenangi Pilpres AS dan menerapkan sejumlah kebijakan ekslusif di negaranya, serta referendum Brexit (British Exit) dari Uni Eropa, menjadi bukti tren politik dunia cenderung berpihak pada kepentingan masyarakat.

"Sindrom Trump dan Brexit itu menjadi suatu tanda bahwa orang menjadi lebih populis, karena akibat kegagalan prinsip demokrasi yang mengutamakan kepada angka-angka, tapi tidak kepada sisi 'human' dari demokrasi tersebut," tutur JK.

Oleh karena itu, JK berpesan kepada generasi muda dan penerus bangsa untuk tidak mengabaikan tren tersebut, sehingga dapat menghadapi sejumlah tantangan demokrasi di Tanah Air.

"Tantangan itu bagi kita merupakan bagian yang harus kita hadapi, dan tentu kita juga harus memperhatikan tren di dunia ini. Karena itulah, kita melihat peran dan pandangan keterbukaan yang populis, yang menimbulkan suatu bangsa menjadi berubah dan maju," ujar Wapres. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

41 Daerah Calon Tunggal Pilkada 2024

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan sampai batas akhir pendaftaran ada 41 daerah hanya satu pasangan calon kepala daerah atau calon tunggal yang mendaftar pa

MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada, PDIP Bisa Usung Calon Sendiri di Pilkada Jakarta

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah oleh lewat Putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora, Selas

Piawai Pimpin Partai, PKB Kota Bekasi Dukung Cak Imin Sebagai Ketua Umum

KOTA BEKASI - Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizky Topananda menjelaskan pihaknya tetap mendukung Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB periode 2024-2029 m

Hadiri Kongres PMII Ke-21, Ini Pesan Ida Fauziah

PALEMBANG - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menjelaskan bahwa generasi muda harus memiliki karakter yang kuat agar bisa menjadi pemimpin di ma

Dihadiri Mendagri, Nikson Nababan Terima Penghargaan Mendorong Pembangunan Daerah

JAKARTA – Mantan Bupati Tapanuli Utara Periode dua periode, Nikson Nababan Darmonagoro hadiri malam apresiasi satu inspirasi 2024 yang diselenggarakan oleh B Universe me

Kecam DK, Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat

JAKARTA – Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, mengecam keras keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI yang dianggap ilegal dan tidak sah. Keputusan DK yang mengeluarkan surat