Guru besar bidang perlindungan hutan IPB Profesor Bambang Hero. PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA - Guru besar bidang perlindungan hutan Institut Pertanian Bogor (IPB) Profesor Bambang Hero mengatakan ancaman pencopotan jabatan oleh Presiden Joko Widodo kepada sejumlah pejabat di daerah efektif untuk mencegah meningkatnya kebakaran hutan dan lahan.

“Karena Presiden sudah mendapatkan apresiasi dari berbagai negara dengan kebakaran hutan yang turun sejak tahun 2015, pertanyaannya kalau mengalami peningkatan lagi, ada apa?” kata Bambang di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Bambang mengatakan kondisi saat ini, telah banyak personel TNI dan Polri yang berjibaku di lapangan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). “Kalau tidak bisa, mungkin komandannya dipecat. Dan itu sudah terbukti, sudah ada ‘melati’ dan ’bintang’ yang dicopot,” ujar Bambang.

Terkait dengan meningkatkan jumlah titik panas (hotspot) karhutla, Bambang mengatakan bisa jadi angka itu lebih besar di lapangan. Karena saat ini mereka sedang kewalahan bekerja di lapangan, ditambah lagi ketersediaan air di lahan gambut itu sudah mulai berkurang.

Sebelumnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengingatkan kembali arahan Presiden Joko Widodo terkait pencegahan kebakarana hutan dan lahan yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasioanal (Rakornas) beberapa waktu lalu.

“Arahan Presiden sangat tegas untuk semua pihak,” kata Kepala Seksi Peringatan dan Deteksi Dini, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, Eva Famurianty.

Eva menjelaskan sejumlah arahan itu diantaranya, Presiden mengingatkan kejadian tahun 2015 dan tahun-tahun sebelumnya, di mana karhutla terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan kerugian sekitar Rp211 triliun dengan jumlah luasan kebakaran sebanyak 2,61 juta hektare (ha).

Eva menjelaskan jika dibandingkan 2015, jumlah titik api turun, namun jika dibandingkan tahun 2018, angka titik api mengalami kenaikan. Presiden meminta kondisi seperti ini tidak boleh terjadi.

Atensi Presiden soal karhutla tetap sama seperti 2015, di mana Pangdam, Kapolda, Dandrem hingga Kapolres akan dicopot jika tidak dapat mengatasi masalah karhutla.

Presiden meminta Muspida (gubernur, Pangdam dan Kapolda) agar bekerja sama dibantu pemerintah pusat (Menteri, Kapolri dan Panglima) untuk mengendalikan karhutla, sehingga api sekecil apa pun segera padam dan jangan ada kebakaran besar di wilayah mereka. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

41 Daerah Calon Tunggal Pilkada 2024

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan sampai batas akhir pendaftaran ada 41 daerah hanya satu pasangan calon kepala daerah atau calon tunggal yang mendaftar pa

MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada, PDIP Bisa Usung Calon Sendiri di Pilkada Jakarta

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah oleh lewat Putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora, Selas

Piawai Pimpin Partai, PKB Kota Bekasi Dukung Cak Imin Sebagai Ketua Umum

KOTA BEKASI - Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizky Topananda menjelaskan pihaknya tetap mendukung Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB periode 2024-2029 m

Hadiri Kongres PMII Ke-21, Ini Pesan Ida Fauziah

PALEMBANG - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menjelaskan bahwa generasi muda harus memiliki karakter yang kuat agar bisa menjadi pemimpin di ma

Dihadiri Mendagri, Nikson Nababan Terima Penghargaan Mendorong Pembangunan Daerah

JAKARTA – Mantan Bupati Tapanuli Utara Periode dua periode, Nikson Nababan Darmonagoro hadiri malam apresiasi satu inspirasi 2024 yang diselenggarakan oleh B Universe me

Kecam DK, Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat

JAKARTA – Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, mengecam keras keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI yang dianggap ilegal dan tidak sah. Keputusan DK yang mengeluarkan surat