Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra. PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA - Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan Polri masih menunggu hasil penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) soal aliran dana dari luar negeri yang masuk ke rekening kelompok teroris di Indonesia.

Pasalnya ditengarai seorang buronan teroris yang bersembunyi di Khorasan, Afganistan telah mengirimkan dana sebesar Rp250 juta ke Indonesia. "Kami masih menunggu dari PPATK. Kemana saja (aliran dana)," kata Kombes Asep di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Polisi menduga dana tersebut digunakan untuk membiayai operasional kegiatan kelompok teroris.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menambahkan, untuk membiayai operasional kelompok teroris, ditengarai kelompok ini juga mengumpulkan dana dari sumber lainnya yakni dengan membuat lembaga amal bodong untuk menarik donasi dari masyarakat.

"Menarik masyarakat dengan pola membuat lembaga masyarakat yang menghimpun dana kemanusiaan. Padahal dana itu bukan untuk kepentingan umat, tapi digunakan untuk kepentingan organisasi (teroris) dan tidak menutup kemungkinan untuk membeli bahan-bahan peledak," kata Dedi.

Densus 88 Antiteror saat ini tengah memetakan sejumlah lembaga amal bodong yang masuk jaringan Jamaah Islamiyaah (JI) dan lembaga amal yang masuk jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). "Masih dipilah-pilah," katanya.

Dalam menelusuri keterlibatan lembaga amal ini, Polri mengedepankan azas praduga tidak bersalah. Nantinya bila ditemukan bukti yang cukup terkait keterlibatan lembaga amal bodong tersebut, maka Polri tak segan-segan menginstruksikan perbankan untuk memblokir rekening lembaga amal tersebut.

"Bila cukup kuat bukti bahwa mereka masuk jaringan JI maupun JAD dan sudah sangat jelas mereka akan melakukan aksi terorisme, maka kami kerja sama dengan PPATK dan perbankan untuk memblokir rekening dan melakukan penyitaan dana," katanya. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Pasar Tradisional Tarutung Terbakar, Ratusan Kios Dilahap Si Jago Merah

TAPANULI UTARA - Ratusan kios yang berlokasi di pasar tradisional tarutung ludes di lahap sijago merah pukul 21.30 wib pada Minggu (7/4/2024) kemarin.

Gudang Amunisi di Kota Bekasi Terbakar, Penyebab Belum Diketahui

KOTA BEKASI - Nahas, gudang amunisi Artileri Medan (Armed) yang berlokasi di wilayah Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi terbakar dan menimbulkan ledakan cuku

Polda Metro Jaya Geledah Rumah Ketua KPK Firli Bahuri di Bekasi

KOTA BEKASI - Polda Metro Jaya menggeledah rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri di Villa Galaxy, Jaka Setia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Ka

Polisi Lakukan Otopsi Pastikan Penyebab Kematian WNA Asal China di Mess PT. NH

TAPANULI UTARA - Untuk memastikan penyebab kematian warga negara asing (WNA) asal China bernama Dong Bo (51) di mess PT NH, Kelurahan Onan Hasang, Kecamatan Pahae Julu, Tapanu

Pemandian Air Soda Tarutung Akan Naik Kelas

TAPANULI UTARA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan memprioritaskan pengembangan destinasi wisata Air Soda terletak di Desa Parbubu I Kecamatan Tarutung.

Tabrakan Dengan Truk, Mahasiswa Pengendara Sepeda Motor Meninggal

TAPANULI UTARA - Diduga akibat kurang hati-hati saat mengendara sepeda motor, seorang mahasiswa IAKN Tarutung tewas mengenaskan akibat Lakalantas di lokasi kejadian pasca tabr