Kantor Setkadab Humbahas. PALAPAPOS/Andi Siregar

DOLOK SANGGUL - Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada bagian umum Setdakab Humbang Hasundutan (Humbahas) sebesar Rp152.620.000 dikembalikan ke kas daerah.

Adpaun temuan tersebut menjadi laporan pertangungjawaban tidak rill pada dapur Setdakab tersebut. Temuan hasil pemeriksaan BPK itu, adalah belanja makan dan minum tamu pada tahun 2018 yang tidak didukung bukti pertanggungjawaban yang sah.

Bendahara Pengeluaran Setda Humbahas, Robin Manik ketika ditemui wartawan baru-baru ini, membenarkan, adanya temuan BPK atas penggunaan anggaran pada pertanggungjawaban belanja makan dan minum tamu tahun anggaran 2018. 

“Benar itu, Lae. Posisi kita hanya sebagai bendahara pengeluaran, kita hanya membayarkan SPJ kegiatan yang telah disampaikan pada kita,” terangnya.

Lebih lanjut, Robin juga mengatakan, pihaknya telah melakukan pengembalian pada kas daerah atas temuan BPK terhadap laporan pertanggungjawaban pada sekretariat daerah tersebut.

“Atas temuan BPK pada penggunaan anggaran untuk belanja makan dan minum tamu, perjalanan dinas yang tumpang tindih, biaya penginapan, semua sudah kita setorkan dan bukti setorannya sudah kita sampaikan,” ungkap Robin.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Humbahas Moratua Gaja saat dimintai tanggapannya, mengaku miris atas kinerja perangkat daerah pada sekretariat daerah tersebut. “Kita sangat menyayangkan kinerja perangkat daerah tersebut. Pejabatnya sudah layak di evaluasi,” katanya.

Terkait temuan BPK pada sekretariat daerah itu, Moratua menilai, bahwa pejabat perangkat daerah tersebut sudah memiliki unsur niat sebelumnya untuk melakukan korupsi pada uang negara, meskipun temuan tersebut sudah dikembalikan.

“Walaupun perangkat daerah tersebut sudah mengembalikan temuan BPK ke kas daerah, berarti sudah ada yang dilanggar dalam undang-undang, karena sudah ada niat sebelumnya untuk melakukan korupsi. Contohnya, modusnya membuat pesanan makan dan minum kepada penyedia jasa, dipesan 2500 kotak di kwitansi nyatanya hanya 100 kotak, ini bukti bahwa sudah ada niat mau korupsi. Misalkan tidak ada pemeriksaan dari BPK, berarti uang negara yang dikembalikan tadi sudah pasti dong sama mereka,” ujar Moratua. (and)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Rombongan Satika - Sarlandi Diumpat Dengan Kata Kotor dan Diduga Akan Diserang, Bentrok Pun Terjadi

TARUTUNG - Polres Tapanuli Utara (Taput) diminta mengusut tuntas dalang atau aktor intelektual dibalik kerusuhan di Kecamatan Simangumban dan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Uta

Satika Desak Polres Taput Tangkap Pelaku Penyebaran Selebaran Pornografi Untuk Memfitnahnya

TAPANULI UTARA -  Calon Bupati Tapanuli Utara (Taput), Satika Simamora, mendesak Polres Taput segera menangkap terduga pelaku penyebaran selebaran fornografi hoaks yang d

Masyarakat Purbatua Kepemimpinan Nikson Nababan Perlu Dilanjutkan Satika- Sarlandy

TAPANULI UTARA — Kepemimpinan Nikson Nababan sebagai Bupati Tapanuli Utara (Taput) dianggap perlu dilanjutkan oleh sosok bersih, jujur, dan peduli terhadap masyarakatnya

Tokoh Agama Serukan Agar Masyarakat Menjaga Pilkada Tapanuli Utara Berjalan Dama

TAPANULI UTARA - Menjelang Pilkada  tahun 2024 di Tapanuli Utara yang ikuti 2 (dua) pasangan calon, yaitu Satika-Simamora - Sarlandy Hutabarat dengan nomor urut 1 (satu)

Sukur Nababan: Kabupaten Taput Harus Dipimpin Sosok Bersih dan Jujur

TAPANULI UTARA— Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sukur H Nababan, memimpin langsung pemenangan pasangan Calon Bupati dan Wa

Kapolri Harus Turun Tangan, Peredaran Narkoba di Taput Semakin Resahkan Masyarakat

TARUTUNG — Peredaran narkotika beberapa tahun belakangan ini semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Warga menyebut, salah satu bandar narkoba terbe