Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan keterangan terkait Dialog Infrastruktur Indonesia-Afrika 2019 di Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8/2019). PALAPA POS/Istimewa

BALI - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mendorong BUMN dan perusahaan swasta Indonesia untuk tidak hanya berinvestasi di Afrika tetapi memberikan nilai tambah bagi masyarakat benua tersebut.

Luhut mengatakan, Rabu (21/8/2019), bisnis yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal akan mampu membantu upaya pengentasan kemiskinan di Afrika.

“Jadi kita jangan hanya bicara soal uang. Kalau uang kita memang tidak sebanyak negara-negara maju, tetapi kita punya pengalaman dan bisa memobilisasi kerja sama dengan negara-negara Afrika,” katanya.

Luhut menjadi panelis dalam diskusi mengenai “Energi dan Pertambangan” dalam Dialog Infrastruktur Indonesia-Afrika (IAID) 2019 di Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8/2019), bersama para perusahaan yang telah membangun bisnis di Afrika, yakni PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Timah Tbk, dan PT Energi Mega Persada (EMP) Tbk.

“Saya pikir kehadiran EMP, Medco, dan PT Timah di Afrika juga memberikan nilai tambah, jangan hanya mengambil sumber dayanya saja,” kata Luhut.

Ia melihat bahwa Indonesia, seperti halnya Afrika, memiliki pengalaman pahit, yaitu saat investasi asing yang masuk justru tidak memberikan manfaat bagi masyarakatnya. Berangkat dari semangat solidaritas itu, Luhut meyakinkan negara-negara Afrika bahwa Indonesia siap bekerja sama dengan hati, dan tidak hanya berorientasi pada keuntungan.

Terkait tantangan untuk pengembangan kerja sama dengan Afrika, Luhut menyebut pembiayaan masih menjadi masalah utama. Karena itu, Luhut berencana membahas mengenai model-model pembiayaan infrastruktur dengan Presiden Bank Dunia, yang akan ditemuinya pada September mendatang.

Model-model pembiayaan baru, menurut Luhut, perlu dikembangkan mengingat kapasitas Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank cukup terbatas untuk memanfaatkan potensi besar pasar Indonesia-Afrika, yang mencapai 1,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp21,36 triliun. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Perseroda Akui Setor Deviden Tahun 2022 Sebesar 300 Juta

KOTA BEKASI - PT. Minyak dan Gas Bumi (Perseroda) hari ini, Kamis (6/4/2023) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atas kinerja Tahun Anggaran 2022 dihadiri oleh Plt. Wa

Era Transaksi Digital, Satika Minta Pelaku UMKM Taput Jaga Branding

TAPANULI UTARA - PT Bank Sumut Cabang Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menggelar sosialisasi produk perbankan dan sekaligus menyerahan Quick Response Code Indonesia

Electrolux Showroom dan Service Center Hadir di Kota Bekasi

BEKASI - Memberikan kenyamanan kepada konsumen, Electrolux Showroom dan Service Center hadir di Kota Bekasi.  Dipastika kehadirannya untuk konsumen setelah diresmikan kan

Harga Minyak Goreng Belum Stabil, Wakil Gubernur Jawa Barat Sidak Di Kota Bekasi

BEKASI - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), UU Ruzhanul Ulum lakukan Inspeksi mendadak (Sidak) pasar di Kota Bekasi memantau harga minyak goreng yang belum lama mencapai Rp 20

Mampu Pulihkan Ekonomi, Bupati Taput Dapat Penghargaan dari BI

TAPANULI UTARA - Dinilai mampu mengatasi keterpurukan dan mampu memulihkan ekonomi ditengah Pandemi Covid-19, Bupati Taput Nikson Nababan mendapat penghargaan program Klaster K

Bank Dunia Suntik Indonesia Rp5,6 Triliun

JAKARTA - Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan sebesar 400 juta dolar AS atau sekitar Rp5,6 triliun untuk mengatasi kerentanan keuangan akibat dampak pandemi Covid-19.