Kepala Desa Pancur Batu Beljek Hutapea. PALAPAPOS/Hengki Tobing

TAPANULI UTARA - Setelah fokus menggunakan dana desa dalam membangun infrastruktur pertanian di desanya dalam kurun beberapa tahun terakhir, Kepala Desa Pancur Batu, Kecamatan Adian Koting, Tapanuli Utara (Taput), Beljek Hutapea, ingin memprogram pemberian pinjaman dari Dana Desa (DD) untuk modal pertanian bagi warga masyarakatnya.

Kepada palapapos.co.id, Senin (30/9/2019), Beljek Hutapea mengatakan, jika dimungkinkan secara aturan, ia akan menyisihkan pengalokasian DD untuk pemberian pinjaman sebagai modal pertanian bagi warga. Dengan catatan, sambungnya, harus serius ingin menjalankan usaha pertaniannya.

"Ide itu muncul karena saya juga pernah merasakan disaat serius ingin bertani, namun terkendala modal. Kalau meminjam, bunganya tinggi. Padahal keuntungan tidak seberapa. Makanya, kalau bisa meminjamkan dari dana desa, bunganya sebisa mungkin harus rendah, "katanya.

Lebih lanjut, paparnya, pemberian pinjaman itu direncanakan harus melalui tahapan survei, dimana lahan pertanian peminjam juga sudah harus siap tanam, sebagai bukti keseriusan pemohon.

"Dan pinjaman harus dipergunakan untuk tanaman seperti cabe atau tanaman palawija lainnya. Tujuannya agar pinjaman dapat segera dibayarkan tanpa harus lewat tahun anggaran. Contohnya, warga meminjam bulan juli untuk menanam cabe. Maka setelah panen, peminjam sudah dapat membayar paling lambat bulan Desember. Dan saya yakin warga bisa membayar, karena dengan bunga yang lebih tinggi saja mereka mampu," terangnya.

Hal lainnya, lanjut Beljek, pemohon juga disebutnya harus membuat surat pernyataan pembayaran pinjaman dengan tempo yang telah ditentukan. Dan di dalam surat pernyataan, ditegaskan sanksi apabila melanggar isi perjanjian seperti tidak melakukan pembayaran. 

"Misalnya, apabila peminjam tidak membayar, maka akan ada penyitaan  agunan. Jadi tidak main-main. Karena dana ini juga dari keuangan negara," ucapnya.

Terakhir, ia mengatakan, program tersebut akan membuat pekerjaan pemerintah desa bertambah. Namun ia mengaku sudah siap untuk melaksanakan apabila diperbolehkan aturan. "Karena tujuan kita adalah bagaimana agar ekonomi warga bisa meningkat," ucapnya. (eki)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Rombongan Satika - Sarlandi Diumpat Dengan Kata Kotor dan Diduga Akan Diserang, Bentrok Pun Terjadi

TARUTUNG - Polres Tapanuli Utara (Taput) diminta mengusut tuntas dalang atau aktor intelektual dibalik kerusuhan di Kecamatan Simangumban dan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Uta

Satika Desak Polres Taput Tangkap Pelaku Penyebaran Selebaran Pornografi Untuk Memfitnahnya

TAPANULI UTARA -  Calon Bupati Tapanuli Utara (Taput), Satika Simamora, mendesak Polres Taput segera menangkap terduga pelaku penyebaran selebaran fornografi hoaks yang d

Masyarakat Purbatua Kepemimpinan Nikson Nababan Perlu Dilanjutkan Satika- Sarlandy

TAPANULI UTARA — Kepemimpinan Nikson Nababan sebagai Bupati Tapanuli Utara (Taput) dianggap perlu dilanjutkan oleh sosok bersih, jujur, dan peduli terhadap masyarakatnya

Tokoh Agama Serukan Agar Masyarakat Menjaga Pilkada Tapanuli Utara Berjalan Dama

TAPANULI UTARA - Menjelang Pilkada  tahun 2024 di Tapanuli Utara yang ikuti 2 (dua) pasangan calon, yaitu Satika-Simamora - Sarlandy Hutabarat dengan nomor urut 1 (satu)

Sukur Nababan: Kabupaten Taput Harus Dipimpin Sosok Bersih dan Jujur

TAPANULI UTARA— Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sukur H Nababan, memimpin langsung pemenangan pasangan Calon Bupati dan Wa

Kapolri Harus Turun Tangan, Peredaran Narkoba di Taput Semakin Resahkan Masyarakat

TARUTUNG — Peredaran narkotika beberapa tahun belakangan ini semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Warga menyebut, salah satu bandar narkoba terbe