Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Nyalla Mahmud Mattalitti di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (17/10/2019). PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA - Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti mengatakan dorongan besar dirinya memenuhi permintaan para pemilik suara untuk maju sebagai calon Ketua Umum PSSI adalah ingin memastikan Instruksi Presiden nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional berjalan dengan baik.

"Niat saya masuk di PSSI itu ingin mengawal Inpres nomor 3 tahun 2019, sudah keluar sejak Januari 2019 namun tidak berjalan baik karena tidak dikawal," kata La Nyalla di Kompleks Parlemen, Kamis (17/10/2019).

Dia menilai salah satu masalah Inpres tersebut tidak berjalan adalah tidak ada pihak yang mengawalnya, sehingga posisi dirinya sebagai Ketua DPD RI bisa ikut mengawal Inpres tersebut. Menurut dia, DPD RI bisa bekerjasama dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan BUMN yang ditransformasikan kepada anggota DPD RI sebanyak 136 orang di 34 Provinsi di seluruh Indonesia.

"Kalau 136 anggota DPD RI ikut mengawal maka sepak bola Indonesia akan maju. Salah satu tugas DPD RI adalah membangun daerah, termasuk sepak bola di daerah," ujarnya.

Senator asal Jawa Timur itu menegaskan apabila dirinya menjadi Ketum PSSI, tidak akan mengganggu kinerjanya sebagai Ketua DPD RI. Bahkan ia menilai organisasi PSSI akan semakin maju karena ada peran DPD RI dalam mengawal Inpres 3/2019.

"Pencalonan saya sebagai caketum PSSI tidak akan ganggu kerja DPD RI, karena kami kolektif kolegial, siapa memimpin siapa. Kami saling kerjasama yang baik antara Pimpinan DPD dengan anggota DPD, bisa membaur," ujarnya.

Menurut dia, keterlibatan anggota DPD RI dalam percepatan pembangunan sepak bola nasional bisa dilakukan dengan membantu mencari pembiayaan bagi perkembangan sepak bola di daerah-daerah.

"Masa kalau pejabat negara (anggota DPD RI) meminta dibantu kepada kepala daerah untuk pembiayaan sepak bola tidak dibantu. Namun siapapun Ketua PSSI, harus kerjasama dengan DPD RI agar maju," katanya.

La Nyalla menegaskan dirinya maju dalam bursa calon ketua umum PSSI hanya bertujuan memperbaiki organisasi tersebut. Dia berharap para pemilik suara tidak "membeli kucing dalam karung" sehingga harus tahu visi-misi calon kedepan, memilih bukan karena terpaksa dan tertekan.

"Saya tidak pernah daftar PSSI namun kehendak dari voters yang mendaftarkan, lalu saya diminta tandatangan, alhamdulillah lolos. Saya sebenarnya masih Ketum PSSI karena belum pernah dicopot dalam Kongres PSSI, itu sebenarnya melanggar namun saya tidak mau mempermasalahkan," katanya. (red)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Sosialisasi 'RIDHO' Diatas Rumput Hijau

KOTA BEKASI - Berbagai cara dilakukan para tim pemenangan Pasangan Calon (Paslon) nomor urut tiga, Tri Adhianto-Abdul Harris Bobihoe (RIDHO) untuk terus mensosialisasikan dan

Tri Adhianto Serahkan Bonus Kepada Atlet PON Aceh-Sumut

KOTA BEKASI - Sebanyak 53 atlet Kota Bekasi mengwakili kontingen Jawa Barat peraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh - Sumut mendapat bonus dari KONI setempat.

Tridatu Golf 2024 Diikuti 145 Peserta

BANTEN  - Tridatu Golf bertajuk 'Play Golf for Charity' yang diinisiasi oleh Forum Alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (FA KMHDI) berhasil digelar, M

Dewan Minta Pj Wali Kota Dukung Kota Bekasi Tuan Rumah Porprov Jabar

BEKASI  - Anggota DPRD Kota Bekasi, Komarudin meminta dan mneyerukan agar  Pj Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhammad mendukung persiapan Kota Bekasi menjadi tuan ruma

Jelang Perhelatan Porprov Jawa Barat, Tri Adhianto Janji Kota Bekasi Menjadi Tuan Rumah

KOTA BEKASI - Ketua Umum KONI Kota Bekasi, Tri Adhianto menjelaskan dirinya akan berupaya agar Kota Bekasi menjadi tuan rumah saat perhelatan Pekan Olahraga P

Pengurus IPSI Datangi Kantor KONI Kota Bekasi, Ini Penyebabnya

KOTA BEKASI - Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bekasi datangi kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi. Hal tersebut dil