Kapolres Taput AKBP Jonner MH Samosir dan jajarannya saat melakukan release penangkapan dan pengungkapan tambahan tersangka pelaku pembobol Toko Miduk Tarutung. Kabupaten Tapanuli Utara. PALAPAPOS/Alpon Situmorang

TAPANULI UTARA - Setelah melalui proses panjang bahkan komunikasi antar Polres hingga Polda di luar Pulau Sumatera. Tim Khusus (Timsus) Polres Taput akhirnya berhasil menggulung lima tersangka pembobol Toko Miduk Tarutung, kedua pelaku diantaranya kelas kakap.

Pembobolan Toko Miduk di jalan SM Raja Tarutung milik Nursintan Panggabean itu terjadi pada 1 Juli 2019. Saat itu, pelaku berhasil membawa kabur brangkas berisikan uang tunai, perhiasan emas, berlian, jam tangan antik diperkirakan mencapai Rp 1 miliar serta surat-surat berharga lainnya.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP Jonner MH. Samosir dalam siaran persnya kepada wartawan, Kamis (17/9/2020) mengatakan, pihaknya telah berhasil menangkap kelima orang pelaku pencurian tersebut.

Kelima tersangka ditangkap yakni Leonard Marbun (30) warga Desa Harianja Pangaribuan, Derpin Sihombing (49) Desa Pakpahan keduanya warga Pangaribuan, Marisi Nurmala Lumbantobing (49), warga Jalan SM Raja Tarutung, Al Rahman Ambarita (45) warga Jalan Malanton Siregar Gg Barito No 7 Marihat Jaya Siantar dan Yusuf P. Sihotang Als Pangaloan Als Ereget (45) warga Blok Kresek RT/RW 004/001 Kelurahan Sidamulya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (Jabar).  

“Tim Khusus yang kita bentuk berhasil menangkap para tersangka setelah proses penyelidikan dan penyidikan yang panjang. Karena pada saat terjadinya pencurian di toko Miduk tersebut minimnya alat bukti, keterangan saksi serta rekaman CCTV yang ada. Dan pada saat peristiwa tersebut terjadi, pemilik toko tidak berada disana ataupun kosong," kata AKBP Jonner.

Jonner menyatakan dengan keseriusan dan kerja keras, akhirnya pihaknya mendapat informasi akurat pada 12 Juni 2020.

“Kita berhasil mengamankan dua tersangka yakni Leonardo Marbun dan Derpin Sihombing dari kediamannya masing-masing terlebih dahulu," ungkap Kapolres.

Dari kedua tersangka, Polres Taput mendapat keterangan sebagai bukti kuat tentang keterlibatan ke tiga tersangka lainnya.

“Namun dalam keterangan yang kita miliki masih belum jelas, karena kedua tersangka tidak mengetahui nama asli ketiga tersangka lainnya, hanya marga dan wajahnya dikenal. Sehingga tim kita harus bekerja dengan betul untuk menghubungkan bukti dan informasi yang kita kumpulkan," jelas Jonner Samosir.

Berbekal informasi minim, AKPB Jonner mengatakan pihaknya selalu gelar perkara untuk menerima seluruh pendapat.

“Tidak ada kata menyerah, dari penggalian yang sangat dalam kita akhirnya berhasil menangkap satu orang lagi tersangka baru yakni Marisi Nurmala Lumbantobing dari kediamannya dari Jalan SM. Raja Tarutung pada 12 Agustus lalu," sebutnya.

Selanjutnya, dari hasil penangkapan tersangka Marisi Nurmala ada pengembangan, namun kata Kapolres tidak cukup hanya dengan keterangan-keterangan, Polres juga bekerjasama dengan tim Inafis Mabes Polri untuk mengungkap kedua tersangka lain.

“Mereka adalah Yusup P Sihotang dan Al Rahman Ambarita perampok kelas kakap yang terorganisir merupakan residivis pihak kepolisian di daerah Jakarta dan Jawa Tengah," ucap Kapolres.

Berkat kerjasama dengan Inafis Mabes Polri, dengan Polres Indramayu Polda Jateng, Polres Banjar Negara Polda Jateng, Polres Sleman Polda Yogja, Polres Bantul Polda Yogja, Polsek Parang Tritis, Polsek Kusumo, Polsek Kresek, Polda Metro Jaya, Polres Deli Serdang, Sat Brimob Polda Sumut dan Polda Sumatera Utara kedua pelaku ditangkap.

“Jadi dengan kordinasi dan kerjasama yang kita bangun dengan Polda, Polres dan Polsek inilah kita berhasil menangkap kedua pelaku," kata AKBP Jonner.

Maka pada 13 Agustus, akhirnya Polres Kebumen berhasil menangkap tersangka Al Rahman Ambarita.

“Tim kita pun berangkat untuk menjemput tersangka kesana," imbuhnya.

Dari keterangan tersangka Al Rahman, ditemukan keberadaan tersangka Yusup P Sihotang.

“Jadi buronan sejumlah Polda, Polres dan Polsek pada tanggal 26 Agustus Yusup P Sihotang tersangka kelima berhasil diamankan," pungkas Kapolres Taput. (als)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Korban Pengeroyokan Kecewa Polres Taput Belum Menangkap Pelaku Diduga Oknum Anggota IPK

TARUTUNG - Sejumlah orang diduga anggota organisasi kepemudaan Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) melakukan penganiayaan terhadap salah seorang aparatu

Kapolres dan Dandim Pimpin Pengrebekan Pengedar Narkoba di Tengah Persawahan

TAPANULI UTARA -Dipimpin Kapolres Tapanuli Utara AKBP Johanson Sianturi, S.I.K, M.H dan Dandim 0210/ TU, Letkol Inf.Saiful Rizal, S.Hub. Int bersama jajarannya. Kampung Narkob

Sindikat Curanmor Dibekuk Satreskrim Polres Taput

TAPANULI UTARA - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Taput berhasil menangkap dua orang pelaku curanmor inisial AS (26) warga Desa Parbubu I dan MFL(29) warga Keluraha

Dua Pengguna Narkoba Dibekuk Saat Melarikan Diri Menabrak Mobil Polisi

TAPANULI UTARA - Satuan Reserse Narkotika Polres Tapanuli Utara (Taput) berhasil meringkus dua pengguna Narkotika. Sebelun ditangkap tersangka sempat melarikan diri dengan nek

Polres Metro Bekasi Kota di Demo Karena Terduga Pelaku Pengeroyokan Belum Tertangkap

KOTA BEKASI - Puluhan pemuda yang tergabung dari beberapa organisasi kepemudaan terlibat aksi saling dorong dengan kepolisian saat lakukan demo di depan kantor Polres Metro Be

Lima Pelaku Penyelewengan Solar Subsidi di Taput Diboyong ke Poldasu

TARUTUNG - Diduga digunakan untuk kebutuhan alat berat ataupun industri, lima pelaku penyelewengan BBM jenis Solar Subsidi ditangkap Tim gabungan Ditreskrimsus Polda Sumut dan