Ilustrasi. PALAPAPOS/Istimewa

BANDUNG – Kota Bandung sampai Rabu (30/9/2020) masih menduduki posisi peringkat pertama terkait jumlah kasus positif Covid-19 di wilayah Bandung Raya. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung dilansir antara, hingga 29 September 2020, sudah ada 1.300 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari angka tersebut, diantaranya sebanyak 1.076 orang telah sembuh dari Covid-19, 166 orang masih aktif terkonfirmasi positif Covid-19, dan 58 orang dinyatakan meninggal dunia.

Kemudian peringkat kedua, diisi oleh Kabupaten Bandung dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid ada 739 orang, berdasarkan data laman Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bandung.

Dalam laman tersebut, dari 739 orang dinyatakan positif Covid-19, 562 orang sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan kasus terkonfirmasi Covid masih aktif berjumlah 158 orang, dan 19 orang dinyatakan meninggal dunia akibat Covid.

Lalu peringkat ketiga yakni Kota Cimahi dengan jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 324 orang berdasarkan data di laman Pusat Informasi Covid-19 Cimahi (PICC). Dari total kasus itu, sebanyak 254 orang sudah dinyatakan sembuh dari Covid. Kemudian 62 masih aktif terkonfirmasi positif Covid, dan 8 orang dinyatakan meninggal dunia.

Dan yang peringkat terakhir Kabupaten Bandung Barat dengan total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 196 orang berdasarkan data di laman Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bandung Barat.

Dari total kasus akumulatif itu, 113 orang sudah dinyatakan sembuh dari Covid. Kemudian enam orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisa kasus aktif Covid tidak dicantumkan dalam laman tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil terus mengimbau masyarakat agar tetap berdisiplin menerapkan protokol kesehatan. Karena, kata dia, hanya itulah upaya pencegahan yang bisa dilakukan sebelum vaksin Covid-19 ditemukan.

"Intinya, bahwa dinamika turunnya naik turun Covid-19 ini masih berlangsung, maka itu harapan kami hanya satu yaitu mohon disiplin sambil menunggu vaksin. Jadi hanya dengan itulah kita bisa produktif hidup sebelum menemukan vaksin," kata Ridwan Kamil. (red)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Faisyal Hermawan Gelar Reses TA. 2024-2025

KOTA BEKASI - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Faisyal Hermawan, menggelar kegiatan reses I Tahun Anggaran 2024/2025 di daerah pemilihan (dapil) yang meliput

Berlatar Belakang Artis, Ronal Surapradja Siap Terjun ke Dunia Politik

KOTA BEKASI - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Ronal Surapradja nampak nya sudah mempersiapkan diri dengan matang untuk berkiprah didunia politik. Hal itu terlihat dari keseri

ICMI Usung Lima Program Utama di Bawah Ketua Baru Inayatulah

BOGOR - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Bekasi, Inayatulah mencanangkan lima program prioritas yang akan dilaksanakan organisasi yang dipimpinya den

Nikson Nababan Jalin Silaturahmi Bersama Mahasiswa Perantau Asal Sumatera Utara

BANDUNG - Bupati Tapanuli Utara periode 2014-2024, Nikson Nababan mengadakan acara silaturahmi dan ngopi bareng bersama pemuda dan mahasiswa

Koalisi PKB dan Gerindra Terjadi Se-Jawa Barat

KOTA BEKASI - Terbentuknya koalisi menyambut Pemilhan Kepala Daerah (Pilkada) antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Partai Gerindra sepertinya sudah terjadi secara men

Perkuat Rekomendasi LKPJ, Komisi 3 DPRD Kota Bekasi Datangi Pemrov Jabar

BANDUNG - Guna optimalkan pembahasan LKPJ Kepala Daerah tahun 2023, Komisi 3 DPRD Kota Bekasi melakukan konsultasi kerja dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menen