PT Toba Pulp Lestari (TPL) tetap melakukan pengawasan mencegah kebakaran hutan tanaman industri. PALAPAPOS/Alpon Situmorang
TAPANULI UTARA – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah meminta warga Sumut agar tidak menggunakan api atau membakar membuka lahan baru pemicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal itu disampaikan Musa Rajekshah biasa disapa Ijeck usai mengikuti rapat virtual pengarahan Presiden RI Joko Widodo tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, di aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Senin (22/2/2021).
“Musim kemarau sudah mulai. Jangan buka lahan yang bukan diperuntukkan sebagai lahan pertanian. Jangan buka lahan menggunakan api walau lahan pribadi, dan kalau ada kebakaran cepat laporkan,” kata Ijeck.
Menurut Ijeck, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mulai memasuki musim kemarau sejak Februari 2021. Ancaman karhutla menjadi salah satu tantangan terjadi setiap tahun.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat peristiwa karhutla periode Januari-Maret 2020 mencapai 8.254 hektar.
Data KLHK menyebutkan terjadi kenaikan karhutla di Sumatera Utara sebesar 32,85 persen dari tahun 2019 seluas 2.514 hektar menjadi 3.744 hektar di tahun 2020.
Dinas Kehutanan Sumut menyebutkan, terjadi enam kebakaran hutan dan lahan di Sumut dengan total luas sekitar 11 hektar hingga 22 Februari 2021.
Hasil pantauan satelit NOAA di Sumut terdeteksi ada 25 hot spot tersebar di sejumlah daerah kabupaten/kota.
Enam lokasi kebakaran hutan di Sumut terjadi di Tapanuli Selatan (Tapsel), Padanglawas Utara, Padanglawas, Mandailing Natal (Madina), Sibolga dan Samosir. (als)





Comments
Leave a Comment