Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman J. Putro. PALAPAPOS/Reza Aulia
BEKASI – Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bekasi Ke-24, Ketua DPRD Chairoman J. Putro mengatakan ‘City Branding’ ditentukan generasi baru kaum milenial melek digital.
Hal itu disampaikan Chairoman J. Putro saat menghadiri kegiatan anak-anak muda tergabung komunitas baru diprakarsai Direktur of ASEAN Lecturer Community dan Kocibek (Komunitas Cinta Bekasi), Teuku Syahrul Reza.
“Digitalisasi telah mengubah wajah kita. Mudah-mudahan anak muda generasi milenial menjadi tulang punggung kedepan semakin besar,” kata Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman.
Chairoman menyampaikan, para pemuda bukan hanya ‘Agent of Change’, tapi ‘Director of Change’, pelaku dari perubahan.
“Ada semangat kolaborasi, mereka tidak hanya berkompetisi. Mereka juga berkoperasi sehingga disebut Cooperation and Competition. Mereka bersaing tapi mereka juga bersama,” ucap Chairoman juga ilmuwan lulusan negeri matahari terbit.
Ia menyebut, akan mendorong Pemerintah Kota Bekasi memberikan ruang memadai tumbuh kembang kreativitas inovasi para anak muda, sehingga di usia 24 tahun, Kota Bekasi tampil menjadi kota muda bukan kota tua.
Chairoman menjelaskan, kota tua memiliki banyak larangan untuk para pemuda melakukan inovasi, sehingga lamban melakukan perubahan dan tidak dinamis.
“Perkembangan kota ditentukan gagasan baru dan kreativitas anak-anak muda, sekaligus sebagai pendobrak belenggu ‘histeris’ pandemi. Tidak terbatas dalam kaitan mobilitas tapi bagaimana pikiran, gagasan baru itu justru tampil sebagai solusi baru di masa akan datang,” ujar alumni Teknik Mesin Universitas Indonesia tersebut.
Sebelumnya, sambung Chairoman, Alvara Research Center merilis, di tahun 2019, 30,7 peran anak muda akan terus mendominasi hingga 40 persen tahun 2024. Tahun 2028, 100 tahun pasca Sumpah Pemuda, momentum paling utama anak muda tampil menyampaikan gagasan.
“Harus kita akui hari ini Kota Bekasi memiliki tantangan tidak mudah, yang sudah dikatakan IPM-nya nomor dua terbaik di Jawa Barat, sesudah Kota Bandung. Tahun 2019 Kota Bandung memiliki IPM, Index Pembangunan Manusia, di angka 81,62 poin,” paparnya.
Ia melihat, ada hal menarik di indeks tersebut ada komponen pendidikan, kesehatan dan daya beli. Dan yang lebih menarik lagi sebut Chairoman, bagaimana memberikan satu komponen baru tentang ‘Index of Happiness’.
“Index of happiness ini yaitu tingkat kebahagiaan masyarakat, karena bisa jadi persepsi happiness terhadap kaum milenial berbeda dengan kita yang sudah tua- tua,” sebut Chairoman.
Politisi PKS tersebut mengatakan, kehadiran fasilitas mempertemukan anak muda dalam satu tempat salah satu indikator ‘happiness’ anak muda.
“Tantangan kedepan bagaimana semua elemen membangun Kota Bekasi semakin memperkuat City Branding dan juga ke arah mana City Branding Kota Bekasi mau dikembangkan,” tandas Chairoman.
Penulis: Reza Aulia
Editor: Oloan Siahaan





Comments
Leave a Comment