Bupati Taput Nikson Nababan diabadikan bersama Guru Besar FISIP USU Profesor Marlon Sihombing beberapa waktu lalu. PALAPAPOS/Alfonso Situmorang
TAPANULI UTARA - Guru besar Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) Profesor Marlon Sihombing menyebutkan dari hasil kajian ilmiah, keberadaan Universitas Negeri umum bernama Universitas Negeri Tapanuli Raya (UNTARA) lebih visibel dibandingkan Universitas Kristen Negeri (UKN).
Dikatakan ketua tim pengkaji pendirian UNTARA dari study kelayakan telah dilakukan bersama Sucofindo, Universitas Negeri umum masih sangat diminati tamatan SLTA melanjutkan pendidikan.
“Ya eloknya IAKN menjadi UKN kalau bisa dikembangkan dengan fleksibel sesuai dengan tuntutan kemajuan serta tren pilihan calon mahasiswa, lebih baik, namun itu tidak dimungkinkan karena ada persyaratan yang harus dipenuhi yakni komposisi fakultasnya," kata Marlon Sihombing kepada awak media, Senin (29/3/2021).
Menurutnya, jika tuntutan itu dipenuhi akan semakin diminati bila Fakultas dan Prodinya luwes juga akan bisa menghidupkan perguruan tinggi swasta sekitarnya.
“Jika kampus semakin spesifik dan futuristik pasti akan menarik mahasiswa untuk kuliah di sana," ujarnya.
BACA JUGA: Terbentur Persyaratan, IAKN Belum Bisa Jadi UKN
BACA JUGA: Bupati Taput Hadiri Munas APKASI, Presiden Jokowi Sambut Baik Pendirian UNTARA
Menurutnya, masih jauh dari harapan, bila IAKN menjadi UKN tidak demikian ada persyaratan untuk membuka fakultas dan prodi umum (scientific) yakni 60 persen ke 40 persen perbandingannya.
“60 persen untuk agama dan 40 persen umum," imbuhnya.
Marlon memaparkan, tentu persoalannya UKN sangat jauh berbeda dengan IAIN , mereka prodi agamanya mulai dari syariat ekonomi, politik Islam, Usuluddin.
“Banyak macamnya, bisa dibuka sehingga bisa menambah membuka fakultas dan prodi umum," kata Marlon yang terlibat dalam tim transformasi IAIN Suqa Pekan Baru menjadi UIN.
Lebih jauh dipaparkan Marlon yang sudah lima tahun dipercaya Ketua Departemen Administrasi Publik bertransformasi dari ilmu pemerintahan syariat Islam mengaku peminat jurusan tersebut sangat besar dibandingkan sebelumnya.
“Jadi bukan hanya mahasiswa beragama Muslim, Kristen yang memilih kuliah di sana cukup banyak walaupun namanya UIN, karena prodinya sudah ilmu scientific," jelasnya.
Berbeda dengan IAKN bila menjadi UKN, tidak punya Ilmu Ekonomi Kristen, politik Kristen dan lainnya selain Fakultas Pendidikan Agama Kristen dan Fakultas Teologia atau kalau bisa dengan Fakultas Musik Gereja.
"Itulah yang bisa, maka akan sulit membuka prodi scientific, jadi berbeda dengan IAIN bisa mengembangkan keagamaan yang 60 persen sehingga yang 40 persen bisa ikut dikembangkan," paparnya.
Untuk kondisi saat ini sebutnya, UIN Susqa sudah enam fakultas umum karena fakultas agamanya bisa dibuat banyak.
“Kalau kita stuck (bertahan) dengan aturan perbandingan itu, maka kalau dari jalur IAKN menjadi UKN sama hasilnya sebelas dua belas," tambahnya.
Kondisi itu sudah terjadi, seperti yang ada sekarang ini, peminat tidak ada, alumni lapangan pekerjaan sempit karena setiap denominasi Gereja sudah punya perguruan pendidikan agama, Teologi untuk alumninya seperti HKBP, GKPI.
“Setahu saya mereka tidak menerima alumni dari IAKN menjadi pendetanya karena mereka sudah punya almuni tersendiri yang memang dipersiapkan. Nah pertanyaannya, apakah kita mengirim anak kita kuliah ke sana. Adakah dosennya mengarahkan anaknya kuliah di IAKN atau UKN nanti," tanyanya.
Tentunya, sebut Marlon hal ini menjadi pertimbangan Bupati Taput berupaya memanfaatkan peluang dan relasinya ke pusat untuk membangun universitas seperti UI, UGM, USU agar mahasiswa non muslim datang belajar membawa uangnya ke Taput.
Sembari belajar, mereka dapat memahami Kekristenan karena Fakultas yang ada pada IAKN tidak hilang bahkan dikembangkan bersama dengan Fakultas umum lainnya dalam kelembagaan Universitas Negeri yaitu UNTARA.
“Jadi kita harus mampu menjadi garam dan terang dunia. Artinya kita harus berani dan terbuka, maka kalau ada kesempatan kenapa kita tidak berupaya meraih yang lebih besar, UNTARA lah yang lebih besar itu," tandas Marlon Sihombing.
Penulis: Alfonso Situmorang
Editor: Oloan Siahaan





Comments
Leave a Comment