ILUSTRASI
TAPANULI UTARA - Salah Seorang guru SLTA mengajar di Kabupaten Tapanuli Utara sangat sepakat dan mendukung rencana transformasi Institut Agama Kristen Negeri Tarutung menjadi Universitas Negeri Tapanuli Raya, dan diyakini salah satu pintu terwujudnya Tapanuli Raya.
Pendapat Guru bernisial M tersebut disampaikan menggapi wacana dan usulan ke pemerintah pusat menanggapi perdebatan di media sosial terkait pro dan kontra UNTARA atau UKN. Menurutnya, dia lebih memilih IAKN bertransformasi menjadi UNTARA.
"Saya lihat, dengar dan baca informasi yang mengisi media sosial, masih menjadi proses," katanya kepada awak media, Rabu (31/3) 202).
Ibu guru yang tidak bersedia asal Sekolahnya mengajar menyebutkan filosofi suku batak adalah “Anakhon Hi Do Hamoraon Di Ahu". Filosofi tersebut artinya, anak adalah harta terbesar bagi orangtua.
Menurutnya, sebagai seorang Guru di SMA, Ia sangat mengharapkan adanya Universitas Negeri di Tapanuli Utara yang dikelola oleh Kemendikbud.
" Pengalaman saya sebagai guru memotivasi siswa, anak didik tak sedikit mengatakan ingin melanjutkan pendidikan ke universitas dengan jurusan yang beragam seperti Kedokteran, Ekonomi, Pertanian, Peternakan, Hukum, Ilmu Komputer, Pariwisata, dan jurusan-jurusan bonafit lainnya. Kendala orang tua di Tapanuli Raya membiayai anaknya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi biaya hidup anak di perantauan," katanya.
Orangtua di Tapanuli Raya juga menjunjung slogan "Sinur Napinahan Do Gabe Na Niula, Molo Dung Tupa Sude Boi Ma Hita Maduma". Slogan tersebut menandakan semangat dan harapan orangtua, meskipun bertani dan beternak, orangtua di Tapanuli yakin hasil pertanian dan ternak mereka akan baik, dan hal itu dilakukan semata-mata demi kelanjutan pendidikan anak-anaknya dalam mengejar masa depan yang lebih baik.
" Para siswa yang ekonomi orang tuanya tidak mencukupi untuk kuliah di Universitas Bonafit seperti IPB, UI, Universitas Brawijaya, UGM, ITB merasa sangat sedih karena selain memikirkan biaya kebutuhan anak mereka sehari-hari di rantau, mereka juga harus mengeluarkan dana besar untuk biaya penunjang pendidikan anak. Ada yang memilih melanjutkan kuliah di luar Tapanuli sambil bekerja, ada pula yang melanjutkan pendidikan di kampus swasta di Tapanuli dengan harapan selepas kuliah masih memiliki waktu membantu kedua orangtua nya bertani maupun beternak, mirisnya ada yang mengubur impian nya untuk kuliah dan akhirnya menjadi pekerja," sebutnya.
Banyak yang berharap dapat kuliah di Tapanuli di tanah kelahirannya dengan kehadiran universitas negeri yang tak kalah saing dengan universitas negeri di daerah lain.
" Saya sebagai Guru SMA Berdoa dan memohon kepada Tuhan agar Pemerintah Pusat bersedia dan segera menyetujui permohonan Bapak Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan untuk menghadirkan universitas negeri di Tapanuli Raya," harapnya.
Universitas Negeri Tapanuli Raya sangat menjawab kebutuhan masyarakat di Tapanuli Raya, sebab fakultas yang ada nantinya diharapkan dominan yang dibutuhkan setiap daerah untuk mengambangka daerah di wilayah Tapanuli.
Dia menyebutkan, ketika terealisasi Fakultas yang sangat perlu ada di Universitas Tapanuli Raya ,Fakultas Kedokteran di Tapanuli Utara, Fakultas Pertanian di Humbang Hasundutan, Fakultas Kelautan dan Kemaritiman di Tapteng, Fakultas Perikanan di Sibolga, Fakultas Kehutanan di Tapanuli Selatan, Fakultas Pariwisata di Samosir dan Perhotelan di Toba.
Khusu kehadiran Fakultas Pertanian, Perikanan, Peternakan sangat sesuai untuk menggali dan mengembangkan potensi di wilayah Tapanuli.
".Grand design konsep Universitas Negeri Tapanuli Raya ini menunjukkan bahwa Bupati Taput tidak hanya memikirkan Tapanuli Utara saja, tetapi juga masa depan Tapanuli. universitas harus mempersiapkan siswanya menjadi lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar kerja domestik maupun global," lanjutnya.
Menutup pernyataannya, ibu dengan profesi sebagai Guru SMA ini juga berharap, kepala daerah di Tapanuli Raya ikut menyuarakan dan memperjuangkan hadirnya Universitas Negeri Tapanuli Raya. Sebab, masa depan Tapanuli Raya. DIa meminjam kutipan dijadikan sebagai motivasi dari presenter Najwa Shibab, 'hanya pendidikan yang bisa menyelematkan masa depan, tanpa pendidikan Indonesia tak mungkin bisa”.
Penulis : Alfonso Situmorang
Editor : Beny Surya





Comments
Leave a Comment