Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Akhmad Khudori. PALAPAPOS/Istimewa

LEBAK - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten, menolak keras tindakan people power atau kekuatan masyarakat yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan dengan cara inkonstitusional.

"Penolakan people power banyak mudaratnya terhadap kehidupan masyarakat," kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Akhmad Khudori saat dihubungi di Lebak, Senin (13/5/2019).

Tindakan people power tidak dibenarkan sepanjang permasalahan tersebut bisa diselesaikan secara hukum. Sebab, negara Indonesia dibangun berdasarkan hukum dan hormatilah serta taati hukum sendiri.

Permasalahan pasca-pemilihan umum (Pemilu), dimana para pendukung pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menduga adanya kecurangan dalam perolehan penghitungan suara pilpres. Mereka para pendukung nomor urut 02 akan berjuang untuk melawan kecurangan tersebut hingga melakukan people power.

Pendukung Prabowo-Sandiaga belum lama ini juga melakukan aksi unjuk rasa ke KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Tujuan aksi tersebut menuntut KPU dan Bawaslu mendiskualifikasi hasil
pemilu karena diduga penuh kecurangan.

Untuk itu, MUI Kabupaten Lebak mengajak pendukung Prabowo-Sandiaga agar menempuh jalur hukum secara konstitusional sesuai undang-undang untuk menyelesaikan dugaan kecurangan pilpres tersebut.

Mereka bisa mengajukan dugaan kecurangan pilpres ke KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu. Apabila, proses penyelesaian itu tidak merasa puas maka bisa diselesaikan di Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, dugaan kecurangan tersebut juga harus didukung data dan fakta.

"Kita negara hukum maka penyelesaian juga harus ditempuh secara hukum dan jangan sampai melakukan tindakan people power," katanya.

Ia mengatakan penetapan presiden yang mengumumkan kemenangan adalah KPU setelah menggelar rapat pleno rekapitulasi suara hasil pemilu. Penetapan presiden sesuai tahapan akan dilaksanakan tanggal 22 Mei 2019.

Karena itu, masyarakat diminta bersabar dan ciptakan kondisi aman dan damai. "Kami berharap penetapan presiden itu jangan sampai terjadi people power, karena akan berhadapan dengan aparat TNI dan Kepolisian," katanya. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Muhammad Fauzi Sebut, Petani Korban Banjir Belum Terima Bantuan Pemerintah

KABUPATEN BEKASI - Usai diguyur hujan beberapa pekan lalu, banyak petani yang mengalami kerugian akibat lahan pertanian nya terendam banjir. Mengenai hal tersebut, perwakilan P

Plt. Wali Kota Bekasi Resmikan Pembangunan di Kecamatan Bekasi Barat

KOTA BEKASI - Mengendarai sepeda motor, Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto berkeliling di wilayah Kecamatan Bekasi Barat dalam rangka peresmian sejumlah pembangunan yang tela

Politisi PKB Banten Tegaskan NKRI Syariah Tidak Perlu

LEBAK - Sekretaris Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Banten Mochamad Husen mengatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) syariah yang direkomendasikan hasil Ijtima Ul

Mensos Perkuat Program Kampung Siaga Bencana Di Pandeglang

PANDEGLANG - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita akan memperkuat program kampung siaga bencana di Kabupaten Pandeglang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dapat menanggul

Lima Kecamatan Di Lebak Krisis Air Bersih

LEBAK - Lima kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang yang menyebabkan air bawah tanah, seperti sumur timba, sumur bor dan s

Pemkot Cilegon Ajukan Anggarkan Rp 42 Miliar Untuk Pilkada

CILEGON - Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, Provinsi Banten, mengajukan anggaran Rp42 miliar untuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang akan digelar pada 2020.

"